Keterbatasan Fisik Tak Halangi Abdul Fatah Kembangkan Bisnis Susu Kambing Kambia

- Selasa, 30 Juni 2026 | 10:15 WIB
Keterbatasan Fisik Tak Halangi Abdul Fatah Kembangkan Bisnis Susu Kambing Kambia

Abdul Fatah membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk merintis usaha. Lewat produk Susu Kambing Kambia, ia berhasil membangun bisnis yang bertahan 12 tahun dan kini mencari investor untuk memperluas pasar. Dalam ajang Juragan Jaman Now Season 5 Metro TV, ia mempresentasikan potensi usahanya di hadapan para mentor dan investor.

Susu Kambing Kambia merupakan susu kambing etawa bubuk yang diproduksi oleh Fatahati Manajemen. Produk ini hadir dalam enam varian rasa: original, cokelat, kurma, gula aren, daun katuk, dan kolagen. Seluruh produk telah mengantongi izin Badan POM, sertifikasi halal internasional, dan berada di bawah pengawasan dokter hewan. Abdul Fatah menyebut produknya menjadi solusi bagi mereka yang alergi terhadap susu selain susu kambing. "Susu kambing memiliki tekstur lemak yang lebih mudah diserap tubuh sehingga dapat mengurangi efek alergi," ujarnya dalam program Juragan Jaman Now, Selasa, 30 Juni 2026. Ia juga menambahkan bahwa mengonsumsi susu kambing merupakan anjuran dalam ajaran Islam, sehingga produknya memiliki nilai religius.

Dalam sesi diskusi, Abdul Fatah mengungkapkan keinginannya menggandeng investor untuk memperluas bisnis yang tengah berkembang pesat. Kebutuhan modal saat ini difokuskan untuk pembelian bahan baku karena permintaan pasar terus meningkat. Ia telah menjalin kontrak dengan sejumlah perusahaan nasional dan berencana memperluas pemasaran ke berbagai sektor, termasuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Alhamdulillah tahun ini kami ngebut untuk promosi dan sudah ada beberapa perusahaan nasional yang kontrak dengan kami. Oleh karena itu kami membutuhkan modal untuk pembelian bahan baku," ungkapnya.

Mentor Juragan Jaman Now, Peter Shearer, menjelaskan bahwa model bisnis Susu Kambing Kambia saat ini lebih banyak berfokus pada jasa maklon. Sebanyak 85 persen kapasitas produksi digunakan untuk memenuhi pesanan maklon, sedangkan 15 persen sisanya dipasarkan dengan merek Kambia. Menurut Peter, kapasitas produksi perusahaan sebenarnya sudah memadai setelah Abdul Fatah merenovasi dan memperbesar pabrik. Tantangan terbesar saat ini adalah kebutuhan modal kerja untuk memenuhi permintaan yang terus bertambah. Adapun skema investasi yang ditawarkan meliputi: investasi Rp500 juta untuk kepemilikan saham 15 persen, Rp750 juta untuk 20 persen, dan Rp1 miliar untuk 25 persen.

Saat sesi tanya jawab bersama Sebastian Togelang, Abdul Fatah memaparkan performa bisnisnya sepanjang 2025. Produksi perusahaan mencapai sekitar 550 ribu saset, dengan komposisi 85 persen untuk maklon dan 15 persen untuk merek sendiri. Dari pencapaian tersebut, Susu Kambing Kambia membukukan omzet sekitar Rp1,6 miliar dengan margin keuntungan bersih sekitar 30 persen. Capaian ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk membangun usaha yang berkembang. Melalui ajang Juragan Jaman Now, Abdul Fatah berharap dapat memperoleh mitra strategis yang mampu membantu mempercepat ekspansi bisnisnya ke pasar yang lebih luas. Tak hanya berhasil mempresentasikan potensi bisnisnya, Abdul Fatah juga terpilih sebagai peserta "Terjuragan" pada episode kali ini dan berhak membawa pulang hadiah Rp10 juta.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags