Kuasa hukum keluarga Ruly Yunis Setiawati menyoroti sosok pria misterius yang sempat diunggah korban di TikTok sebelum ditemukan tewas. Risang Bima Wijaya, sang pengacara, mengaitkan unggahan itu dengan kemungkinan motif di balik kematian kliennya.
Ruly, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan, ditemukan tewas di dalam mobil dinas pelat merah di parkiran Bandara Juanda Sidoarjo, Rabu (25/6). Rekaman CCTV menunjukkan mobil tersebut sempat dikendarai oleh seorang pria bermasker, berkacamata, dan memakai jam tangan di tangan kiri saat masuk ke area parkir.
Beberapa hari sebelumnya, pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, Ruly mengunggah video di akun TikTok pribadinya yang memperlihatkan seorang pria dengan ciri-ciri serupa. Risang mempertanyakan logika di balik unggahan itu jika kasus ini murni perselingkuhan atau bunuh diri.
"Sekarang pertanyaan saya gini, itu kan diunggah hari Jumat malam itu. Postingan itu di akun TikToknya korban, ya kan? Kalau itu hubungan perselingkuhan dan dia tahu masih punya suami, dia tuh punya karier jabatan, kan bunuh diri," kata Risang, Selasa (30/6).
Menurut Risang, seharusnya hubungan terlarang disembunyikan, bukan malah diumbar ke media sosial. "Seolah-olah, lho iya gak, orang barang itu harus disembunyikan kok, urusan (selingkuh) seperti itu. Ini kok malah dia unggah ke medsos dan dibagikan ke teman-temannya," ungkapnya.
Ia menambahkan, video itu seolah menjadi pesan bahwa jika terjadi sesuatu, Ruly terakhir terlihat bersama pria tersebut. Risang menduga kasus ini bisa terkait love scam atau perselingkuhan. Ia juga mengaku menerima informasi bahwa pelaku sudah diamankan dan akan diungkap polisi.
Namun, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Masih dalam penyelidikan dan mengumpulkan data-data. Selain itu masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Sampai saat ini masih menunggu hasil laboratorium forensik," jelasnya.
Sementara itu, Kepala DPRKP Bangkalan Akhmad Roniyun Hamid mengaku tidak mengenal pria dalam rekaman CCTV maupun video korban. "Maaf saya tidak tahu (tidak kenal) dan beliau (korban) nggak pernah cerita," pungkasnya.
Artikel Terkait
DPRD Bandung Usulkan Raperda Administrasi Kependudukan, Respons atas Kasus Penyekapan dan Data Digital
Baitul Mal: Sistem Keuangan Publik Islam yang Mengosongkan Kas demi Rakyat
Pemadaman Listrik Ancam Produktivitas, Genset Jadi Andalan Industri
Stigma Seram Nusakambangan Mulai Sirna, Narapidana Ini Temukan Peluang Baru Lewat Tambak Udang