Selama musim haji 2026, Bus Shalawat beroperasi penuh selama 24 jam untuk mendukung kelancaran mobilitas jemaah di Makkah. Layanan transportasi ini menghubungkan jemaah Indonesia menuju dan dari Masjidil Haram melalui tiga titik utama, yaitu Terminal Jiad (Ajyad), Jabal Ka'bah, dan Syib Amir. Sebanyak 452 armada disiagakan untuk melayani jemaah secara non-stop di 21 rute yang telah ditentukan.
Setiap rute Bus Shalawat dibedakan berdasarkan kode warna dan nomor agar memudahkan jemaah dalam mengidentifikasi jalur perjalanan. Layanan ini mulai beroperasi sejak kedatangan pertama jemaah di Makkah pada 30 April 2026 dan akan terus berjalan hingga masa pemulangan ke Tanah Air. Dengan sistem yang terintegrasi, diharapkan jemaah dapat berpindah dari hotel ke Masjidil Haram dengan lebih efisien.
Rute-rute tersebut dikelompokkan berdasarkan kawasan hunian jemaah. Untuk kawasan Syisyah 1 menuju Syib Amir, tersedia empat nomor rute dengan kode warna hijau yang mencakup berbagai nomor hotel. Sementara itu, Syisyah 2 menuju Syib Amir dengan kode warna biru memiliki empat nomor rute yang melayani klaster hotel berbeda. Kawasan Raudhah menuju Syib Amir dengan kode pink memiliki tiga nomor rute yang tersebar di beberapa titik hunian.
Di sisi lain, kawasan Jarwal menuju Jabal Ka'bah dengan kode oranye atau jingga memiliki dua nomor rute. Kawasan Aziziah menuju Jabal Ka'bah dengan kode kuning juga menyediakan dua nomor rute yang melayani jemaah di sekitar area tersebut. Adapun kawasan Misfalah menuju Ajyad dengan kode ungu memiliki enam nomor rute yang mencakup sejumlah besar hotel di wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, sistem transportasi ini dirancang untuk mempermudah akses jemaah menuju Masjidil Haram, terutama pada puncak ibadah haji. Dengan pembagian rute yang jelas dan operasional 24 jam, diharapkan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk tanpa terkendala mobilitas.
Selain itu, rencana perjalanan ibadah haji 2026 telah disusun secara bertahap. Jemaah gelombang I mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Madinah pada 22 April 2026. Setelah menjalani prosesi di Madinah, mereka akan menuju Makkah mulai 1 Mei 2026. Sementara itu, jemaah gelombang II mulai diberangkatkan dari Tanah Air ke Jeddah pada 7 Mei 2026.
Puncak ibadah haji akan berlangsung pada 25 Mei 2026 saat jemaah mulai diberangkatkan dari Makkah ke Arafah. Wukuf di Arafah dijadwalkan pada 26 Mei 2026, bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 H. Idul Adha jatuh pada 27 Mei 2026, diikuti dengan hari Tasyriq pada 28 hingga 30 Mei 2026.
Proses pemulangan jemaah dimulai pada 1 Juni 2026 untuk gelombang I melalui Bandara Jeddah. Jemaah gelombang II akan mulai dipulangkan dari Makkah ke Madinah pada 7 Juni 2026, dan selanjutnya ke Tanah Air mulai 16 Juni 2026. Seluruh rangkaian pemulangan dijadwalkan selesai pada 1 Juli 2026, menandai berakhirnya musim haji tahun tersebut.
Artikel Terkait
Puan Desak Pemerintah Percepat Informasi dan Antisipasi Hantavirus
Persib Bandung Dikabarkan Capai Kesepakatan Datangkan Winger Brasil Patrick Robson dari Liga Kamboja
Megawati Hangestri Resmi Bergabung dengan Hyundai Hillstate untuk Musim 2026/2027
Mantan Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Ancaman Baru Seperti Covid-19, Sudah Dikenal Sejak 1970-an