Transaksi UMKM di Tiga Provinsi Sumatra Melonjak 77 Persen Pascabencana, Jadi Tanda Pemulihan Ekonomi

- Minggu, 10 Mei 2026 | 18:50 WIB
Transaksi UMKM di Tiga Provinsi Sumatra Melonjak 77 Persen Pascabencana, Jadi Tanda Pemulihan Ekonomi

Pemulihan ekonomi di wilayah yang dilanda bencana hidrometeorologi di tiga provinsi Sumatra menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama terlihat dari lonjakan transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mencatat adanya peningkatan aktivitas perdagangan digital yang menjadi indikator awal bangkitnya kembali denyut ekonomi masyarakat penyintas.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas PRR pada 8 Mei lalu, total transaksi UMKM melalui platform perdagangan elektronik di tiga wilayah terdampak mencapai 13.209.182 transaksi. Angka ini menunjukkan peningkatan hingga 77 persen dibandingkan dengan kondisi pada akhir April yang baru mencatatkan 7.461.422 transaksi. Secara rinci, Provinsi Aceh menyumbang 87.746 transaksi dengan 1.396 produk, Sumatra Utara mencatatkan 9.781.946 transaksi dengan 631 produk, dan Sumatra Barat membukukan 3.339.490 transaksi dengan 101 produk.

Capaian ini tidak terlepas dari percepatan penyaluran bantuan stimulan ekonomi yang digelontorkan untuk menopang kehidupan para penyintas bencana. Hingga periode pelaporan, realisasi penyaluran bantuan di Aceh mencapai Rp250,48 miliar dari total alokasi Rp254,44 miliar. Di Sumatra Utara, bantuan yang tersalurkan sebesar Rp53,38 miliar dari total Rp62,90 miliar, sementara di Sumatra Barat terealisasi Rp16,83 miliar dari total Rp17,74 miliar.

Juru Bicara Satgas PRR, Amran, menegaskan bahwa pemulihan ekonomi menjadi prioritas utama dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra. Menurutnya, aktivitas ekonomi di tiga wilayah terdampak sudah berangsur pulih seiring dengan pemulihan berbagai indikator ekonomi, mulai dari kebangkitan UMKM, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga perbaikan infrastruktur pasar.

“Untuk peningkatan ekonomi sudah kita dorong terus, aktivitas ekonomi sudah hampir tuntas keseluruhan,” ujar Amran dalam siaran pers yang diterima pada Minggu (10/6/2026). Pernyataan tersebut sebelumnya ia sampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5) lalu.

Sebagai langkah lanjutan, Satgas PRR berkomitmen untuk segera menuntaskan perbaikan pasar yang belum tersentuh di tiga daerah terdampak. Langkah ini dinilai krusial agar roda ekonomi masyarakat dapat kembali berputar secara penuh. Amran merinci, perbaikan pasar di Sumatra Barat telah mencapai 100 persen, disusul Sumatra Utara sebesar 98 persen, dan Aceh sebesar 89 persen.

“Jadi tinggal beberapa pasar yang sedang dimaksimalkan agar bisa ditempati secepatnya,” kata Amran menambahkan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar