Perjalanan wisata kini tidak lagi sekadar mencari tempat menginap. Pengalaman yang ditawarkan hotel hingga aktivitas selama di destinasi menjadi bagian penting dalam perjalanan wisatawan. Hal ini terlihat dari perubahan pendekatan industri perhotelan dalam melayani tamu.
Executive Assistant Manager Sales & Marketing Park Hyatt Jakarta, Marisa Fera, mengatakan hotel saat ini tidak hanya fokus menjual kamar atau fasilitas meeting, tetapi juga pengalaman yang dapat dirasakan langsung oleh wisatawan.
“Bukan kita cuma menjual kamar saja atau fasilitas meeting, tapi bagaimana kita memberikan experience kepada tamu-tamu kita,” kata Marisa saat ditemui dalam Hyatt Fair Indonesia 2026 di Park Hyatt Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Menurut Marisa, kebutuhan akan pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari upaya hotel mempertahankan loyalitas tamu. Terlebih, pasar Jakarta tidak hanya berasal dari wisatawan domestik, tetapi juga mencakup wisatawan internasional.
Karena itu, setiap hotel dituntut menghadirkan pengalaman yang memiliki karakter berbeda sesuai dengan identitas masing-masing brand.
“Bagaimana kita bisa membuat tamu-tamu itu lebih merasakan perbedaan antara setiap brand seperti Hyatt ini untuk tetap menjadi loyalty guest-nya kita,” katanya.
Marisa menambahkan, wellness juga menjadi salah satu bagian dari pengalaman yang kini ditawarkan kepada tamu. Konsep tersebut diterapkan melalui berbagai aktivitas dan pengalaman yang disesuaikan dengan karakter masing-masing properti.
“Definitely kita support apa yang diarahkan dengan kementerian, wellness is part of our activities,” kata dia.
Park Hyatt Jakarta, misalnya, menawarkan pengalaman yang berkaitan dengan kawasan dan budaya di sekitarnya. Sementara properti Hyatt lainnya memiliki karakter pengalaman yang berbeda berdasarkan lokasi.
“Park Hyatt ini kan begitu banyak aktivitas dan experience yang kita tawarkan. Contohnya kan apalagi dari kita ini areanya area cultural,” katanya.
Dia melanjutkan, perbedaan karakter tersebut menjadi bagian dari cara hotel menghadirkan pengalaman yang lebih personal bagi tamu, bukan sekadar menyediakan fasilitas untuk menginap.
Pendekatan tersebut juga menjadi salah satu alasan Hyatt Fair Indonesia digelar. Marisa menjelaskan kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk lebih dekat dengan klien Hyatt dari berbagai daerah di Indonesia.
“Sebenarnya untuk lebih engage ke semua klien yang ada di Indonesia. Bukan cuma di Jakarta tapi ke seluruh klien yang ada di Indonesia,” katanya.
Dia menyebut pihaknya berupaya menjangkau berbagai segmen pasar, mulai dari leisure hingga corporate, termasuk klien dari berbagai daerah.
Artikel Terkait
Pendapatan MNC Tourism Tembus Rp1,1 Triliun di Semester I 2026, Tumbuh 15,5 Persen