Pengamat politik Rocky Gerung menafsirkan istilah Londo Ireng yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto sebagai simbol pengkhianatan. Menurut dia, publik memang mengakui keberadaan pengkhianat, yang dalam pandangan radikal merujuk pada Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Dalam tradisi Jawa, Londo Ireng berarti 'Belanda hitam' dan identik dengan pengkhianatan terhadap perjuangan rakyat. Istilah ini dahulu dipakai untuk menyebut pihak yang berpihak pada kolonial Belanda.
"Tapi bagi publik umum merasa ya memang ada pengkhianat kok. Siapa yang londo ireng? Misalnya kalau kita radikalkan ya Jokowi. Siapa yang mesti ucapkan itu? Publik. Siapa yang paling dendam dengan isu itu? Megawati," ujarnya dalam kanal YouTube Total Politik, dikutip Selasa (11/8).
PDIP secara resmi menilai Jokowi melakukan pelanggaran berat terhadap AD/ART partai. Ia dianggap membangkang karena tidak mendukung pasangan Ganjar Pranowo–Mahfud MD yang diusung PDIP, melainkan mengarahkan dukungan ke kubu Prabowo Subianto yang berpasangan dengan putranya, Gibran Rakabuming Raka.
Sejumlah pengamat hukum juga menilai Jokowi mencederai konstitusi karena menggunakan pengaruh kekuasaan untuk meloloskan Gibran sebagai cawapres melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 90/PUU-XXI/2023, yang dipimpin oleh adik iparnya, Anwar Usman. Langkah ini dicap sebagai bentuk nepotisme yang merusak tatanan hukum dan moralitas demokrasi.
Sebelumnya, Prabowo dalam sambutannya di Peringatan Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7/2026), menyebut mentalitas londo ireng masih ada hingga kini. Ia menilai sebagian orang Indonesia lebih senang mengabdi kepada kepentingan bangsa asing daripada bangsa sendiri.
"Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng. Iya, yang ikut Belanda perang lawan kita, Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan," kata Prabowo.
Ia juga menyindir kalangan wartawan, jurnalis, pengamat, dan LSM. "Harus kita tanya, yang gaji lu siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah, kita tahu kan?" imbuhnya.
Artikel Terkait
Airlangga Sebut Calon Gubernur PFII Sudah Ada, Masih Dirahasiakan
Nusron Wahid Respons Isu Reshuffle: Itu Hak Prerogatif Presiden
Amien Rais: Kubu Jokowi Diam-diam Mengincar Jatuhnya Pemerintahan Prabowo
Amien Rais Ingatkan Prabowo soal Kedekatan dengan Trump