Pemerintah tengah mengkaji ulang regulasi yang mengatur keikutsertaan dosen dalam program pengembangan diri (PD) sebagai syarat pencairan tunjangan sertifikasi. Di tengah proses tersebut, diskursus mengenai efektivitas program PD dosen khususnya yang berdampak nyata pada praktik mengajar semakin mendesak untuk dibahas.
Selain persoalan akses terhadap berbagai program pengembangan profesional, perdebatan sebaiknya diarahkan pada sejauh mana program tersebut mampu mendorong perubahan praktik dosen secara berkelanjutan dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, terutama di bidang pendidikan dan pengajaran. Di Indonesia, semua dosen wajib mengajar, namun tidak semuanya memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang pedagogi. Program seperti PEKERTI, AA, lokakarya pembelajaran, dan pelatihan kurikulum hadir untuk mengisi celah tersebut.
Dalam dunia pendidikan, konsep "pembelajaran yang baik" tidak selalu seragam. Namun, salah satu indikator awal yang sering digunakan adalah implementasi strategi pembelajaran berbasis riset (Research Based Instructional Strategies/RBIS), seperti peer instruction, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran berbasis inkuiri, dan formative assessment. Berbagai riset menunjukkan bahwa RBIS mampu menciptakan interaksi pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada mahasiswa, serta meningkatkan hasil dan motivasi belajar.
Program PD dosen pada dasarnya bertujuan mendiseminasikan inovasi pembelajaran dan mempersuasi dosen untuk mengadopsinya. Namun, menurut Diffusion of Innovations Theory yang dipopulerkan Everett Rogers, adopsi inovasi tidak terjadi seketika. Terdapat lima tahapan: pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Suatu program PD dikatakan efektif jika mampu membawa dosen hingga tahap konfirmasi, di mana perubahan tidak hanya berhenti pada kesadaran, tetapi terwujud dalam praktik yang konsisten.
Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa diseminasi inovasi melalui workshop, jurnal, buku, dan situs web cukup efektif untuk memperkenalkan inovasi dan membangun sikap positif, tetapi sering gagal membantu dosen melewati tahap implementasi dan konfirmasi. Banyak dosen mengetahui dan menyetujui manfaat suatu inovasi, namun tidak menerapkannya secara berkelanjutan (Dancy dkk., 2016; Chasteen & Chattergoon, 2020).
Pendekatan top-down yang kurang memperhatikan konteks lokal juga menjadi penghambat. Menariknya, percakapan informal antardosen, terutama dengan rekan sejawat, terbukti menjadi saluran komunikasi paling berpengaruh dalam proses adopsi inovasi (Dancy dkk., 2016).
Merancang Program Berbasis Data Empiris
Di Indonesia, program PD dosen seperti PEKERTI dan AA masih mengandalkan format workshop. Namun, data empiris untuk menilai dampaknya terhadap perubahan praktik pedagogis masih terbatas. Karena itu, kajian pemerintah sebaiknya tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga pertanyaan mendasar: program seperti apa yang benar-benar mampu menghasilkan perubahan berkelanjutan?
Berkenaan dengan dharma pendidikan dan pengajaran, "tuan" dosen sesungguhnya adalah mahasiswa. Suara mahasiswa semestinya mendapat tempat lebih penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu agenda yang layak dipertimbangkan adalah membangun sistem berbasis teknologi informasi untuk menghimpun evaluasi dan umpan balik mahasiswa secara sistematis dan berkelanjutan. Data tersebut tidak hanya dapat menjadi indikator kinerja dosen, tetapi juga dasar merancang program PD yang lebih tepat sasaran.
Selama ini, program PD cenderung seragam, seolah semua dosen memiliki kebutuhan yang sama. Padahal, persoalan setiap dosen bisa sangat berbeda. Evaluasi dan umpan balik mahasiswa dapat menjadi pintu masuk untuk memahami kebutuhan nyata dosen. Bahkan, pemerintah bisa menjadikan hasil analisis terhadap evaluasi mahasiswa sebagai syarat pencairan sertifikasi.
Yohanes Sudarmo Dua. Dosen FIKIP Universitas Nusa Nipa & Graduate Teaching Assistant pada Physics Department, Kansas State University, Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Dewan Pakar Tetapkan 15 Kandidat Hoegeng Awards 2026, Jamin Tak Ada Intervensi
DPR Sahkan 7 Anggota Komisi Informasi Pusat Periode 2026-2030
Hardiyanto Kenneth Ajak Gen Z Warisi Semangat Bung Karno di Tengah Era Digital
Polisi Panggil Kontraktor dan Saksi Usai Bocah Tewas Terperosok ke Lubang Proyek di Tebet