Wall Street Melemah, Saham Teknologi Tertekan Lonjakan Meta Tak Cukup

- Kamis, 02 Juli 2026 | 06:12 WIB
Wall Street Melemah, Saham Teknologi Tertekan Lonjakan Meta Tak Cukup

Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Rabu (1/7) setelah saham-saham teknologi mengalami tekanan. Meskipun saham Meta Platforms melonjak 8,8 persen, kenaikan itu tidak cukup untuk mengangkat indeks utama dari zona merah.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 13,96 poin atau 0,03 persen ke 52.305,24. S&P 500 melemah 16,13 poin atau 0,22 persen menjadi 7.483,23, sementara Nasdaq Composite turun lebih dalam 173,69 poin atau 0,66 persen ke 26.040,03. Sektor teknologi menjadi sektor dengan kinerja terburuk di S&P 500, dengan indeks semikonduktor PHLX (SOX) anjlok 6,3 persen.

“Valuasi saham yang tinggi dan besarnya belanja kecerdasan buatan oleh perusahaan teknologi masih menjadi perhatian pelaku pasar,” ujar Tim Ghriskey, Senior Portfolio Strategist di Ingalls & Snyder, New York.

Sentimen negatif juga datang dari ketidakpastian geopolitik. Iran dan Amerika Serikat mengakhiri putaran pembicaraan tidak langsung pada Rabu tanpa tanda-tanda kemajuan menuju kesepakatan damai permanen, meski sebelumnya kedua negara telah menandatangani kesepakatan sementara pada bulan lalu.

Di sisi lain, pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh memberikan sedikit angin segar. Warsh mengatakan risiko inflasi belakangan ini mulai mereda, namun ia tetap berpegang pada target inflasi 2 persen dan akan mengecewakan pihak yang mengharapkan kebijakan moneter longgar, meski Presiden Donald Trump mendorong pemangkasan suku bunga. Pasca pernyataan tersebut, pelaku pasar sedikit mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga, meskipun berdasarkan data LSEG, investor masih memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.

Harga minyak sempat melonjak tajam pada awal perang Iran, namun kemudian mereda. Pelaku pasar juga menantikan laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang akan dirilis pada Kamis, sementara bursa AS akan tutup pada Jumat untuk libur Hari Kemerdekaan 4 Juli.

Pelemahan ini terjadi setelah Wall Street membukukan kinerja kuartalan yang kuat. S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatat kenaikan kuartalan terbesar sejak 2020, sementara Dow Jones mencatat performa kuartalan terbaik sejak 2022.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 19,71 miliar saham, lebih rendah dari rata-rata 20 hari perdagangan terakhir sebesar 23,36 miliar saham. Di NYSE, jumlah saham yang naik lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,07 banding 1, dengan 353 saham mencetak level tertinggi baru dan 127 saham menyentuh level terendah baru. Di Nasdaq, sebanyak 2.661 saham menguat dan 2.303 saham melemah, dengan rasio 1,16 banding 1.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags