Pramono Anung Prioritaskan Proyek Jalan Sejajar Rel di Pasar Minggu yang Mandek Tujuh Gubernur

- Kamis, 02 Juli 2026 | 11:45 WIB
Pramono Anung Prioritaskan Proyek Jalan Sejajar Rel di Pasar Minggu yang Mandek Tujuh Gubernur

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji menuntaskan pembangunan jalan yang menghubungkan Pasar Minggu dengan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, yang sejajar dengan rel kereta api. Proyek ini, menurutnya, sudah bertahun-tahun mangkrak dan melewati masa kepemimpinan tujuh gubernur sebelumnya.

Pernyataan itu disampaikan Pramono usai meninjau pembangunan flyover Latumenten, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026). Ia mengatakan proyek jalan sejajar rel di Pasar Minggu kini menjadi prioritas utama Pemprov DKI.

"Saya termasuk yang berkali-kali diberi masukan yang berkaitan dengan jalan yang sejajar dengan rel kereta. Jalan yang sejajar dengan rel kereta di Pasar Minggu yang lewat BIN, itu kan sudah tujuh gubernur enggak selesai-selesai," ujar Pramono.

Menurut Pramono, setelah sejumlah persoalan besar seperti sengketa lahan Sumber Waras, penataan kawasan Jakarta International Stadium (JIS), dan proyek di Rasuna Said mulai terselesaikan, kini giliran proyek jalan sejajar rel tersebut yang menjadi fokus.

"Karena begitu kemarin Rasuna Said selesai, Sumber Waras alhamdulillah selesai, kemudian juga JIS sekarang sudah lebih baik. Sekarang saya dimention tentang itu. Maka kemarin dalam rapat dua sampai tiga bulan yang lalu, saya memutuskan ini menjadi prioritas untuk diselesaikan karena sudah tujuh gubernur belum selesai," katanya.

Pramono berharap pembangunan jalan itu dapat mengurangi kemacetan di kawasan Pasar Minggu, terutama di ruas jalan yang berada di sepanjang rel kereta api hingga kawasan BIN.

"Mudah-mudahan dengan penyelesaian itu, kemacetan yang ada di jalan sejajar Pasar Minggu dan juga di BIN akan berkurang," tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan proses pembebasan lahan ditargetkan rampung tahun ini. Setelah itu, pembangunan fisik akan dimulai pada 2027.

"Untuk pembebasan insyaallah tahun ini, fisik tahun depan," kata Heru.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags