Keiko Fujimori telah diumumkan sebagai presiden terpilih Peru. Kemenangan ini menandai babak baru bagi politik Peru, yang kembali dikuasai oleh keluarga Fujimori yang kontroversial.
Keiko Fujimori, yang kini berusia 51 tahun, adalah putri dari mendiang presiden Peru Alberto Fujimori dan Susana Higuchi. Ayahnya, yang berkuasa dengan tangan besi dari 1990 hingga 2000, dipuji karena berhasil mengalahkan pemberontak Maois dan mengendalikan hiperinflasi. Namun, reputasinya ternoda oleh skandal suap yang melibatkan mantan kepala intelijen Vladimiro Montesinos, yang memaksanya melarikan diri ke Jepang pada November 2000. Ia tinggal di sana selama lima tahun dalam pengasingan sukarela sebelum akhirnya dijatuhi hukuman 16 tahun penjara karena pelanggaran hak asasi manusia.
Keiko sendiri bukanlah wajah baru di panggung politik Peru. Ia pernah menjabat sebagai ibu negara pada 1994 setelah orang tuanya berpisah. Sang ibu, Susana Higuchi, mengkritik korupsi pemerintahan suaminya, yang menjadi awal perpecahan keluarga tersebut.
Selama bertahun-tahun, Keiko Fujimori juga menghadapi masalah hukum. Ia ditahan beberapa kali antara 2018 dan 2020 dalam penyelidikan terkait tuduhan pendanaan kampanye, yang akhirnya dibatalkan tahun lalu. Ia menghabiskan hampir satu setengah tahun di penjara.
Keluarga Fujimori tetap menjadi dinasti yang kontroversial di Peru. Kini, dengan Keiko sebagai presiden, semua mata tertuju pada bagaimana ia akan memimpin negara yang terbelah ini.