Oposisi Mulai Terbentuk di Eropa Hadapi Infantino pada Pemilihan Presiden FIFA 2027

- Rabu, 15 Juli 2026 | 12:00 WIB
Oposisi Mulai Terbentuk di Eropa Hadapi Infantino pada Pemilihan Presiden FIFA 2027

Gianni Infantino telah menyatakan diri maju kembali dalam pemilihan presiden FIFA 2027, namun di Eropa mulai bergerak perlawanan. Pada Selasa, 14 Juli 2026, Sports Business Journal melaporkan sejumlah federasi UEFA mulai mencari kandidat yang bisa menghadang Infantino, setelah bos FIFA itu lebih dulu mengumumkan pencalonan periode ketiganya pada Kongres FIFA di Vancouver, 1 Mei 2026.

Angle terkuat dari perkembangan ini bukan pada siapa nama yang sedang dibahas, melainkan fakta bahwa pemilihan yang semula diperkirakan berjalan mulus kini mulai memunculkan oposisi. Presiden UEFA Aleksander Ceferin disebut sebagai nama paling kuat, tetapi ia lebih memilih bertahan di UEFA dan tidak ingin berhadapan langsung dengan Infantino.

Situasi itu membuat sejumlah federasi Eropa mulai melihat opsi lain. Nama Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi ikut disebut mendapat dukungan dari beberapa anggota UEFA, termasuk Belgia dan Polandia, meski ia dilaporkan tidak memiliki ambisi untuk maju. Di saat yang sama, pejabat sepak bola dari Bosnia, Norwegia, Swedia, Jerman, dan Spanyol juga disebut telah membahas dukungan bagi kandidat Eropa lainnya.

Infantino Sudah Lebih Dulu Deklarasi

Infantino sendiri sudah mengumumkan niatnya untuk maju lagi sejak Kongres FIFA pada 1 Mei 2026. Dalam pidatonya, ia berkata, "Infantino menegaskan kepada 211 asosiasi anggota FIFA bahwa ia akan kembali menjadi kandidat pada pemilihan presiden tahun depan."

Pernyataan resmi itu penting karena menunjukkan bahwa kubu petahana bergerak lebih dulu dan berharap pemilihan berlangsung tanpa gangguan berarti. Namun laporan terbaru dari Eropa memperlihatkan situasinya tidak sepenuhnya tenang, terutama setelah sejumlah isu kebijakan FIFA dan relasi politik Infantino memicu ketidaknyamanan di sebagian kalangan UEFA.

Di luar Eropa, posisi Infantino dinilai tetap kuat. Dukungan dari konfederasi lain masih menjadi modal penting bagi petahana, sehingga dorongan UEFA belum otomatis mengubah peta kekuasaan. Karena itu, cerita ini bukan soal penantang yang sudah resmi muncul, melainkan tentang pertarungan pengaruh yang mulai terbuka menjelang pemilihan presiden FIFA 2027.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags