Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui telah meminta Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau ulang keputusan kartu merah yang diterima pemain Timnas AS, Folarin Balogun. Langkah kontroversial itu langsung memicu perdebatan.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (7/6/2026), Trump menyebut keputusan wasit dalam laga melawan Bosnia dan Herzegovina itu mengerikan. Namun, ia membantah telah meminta agar kartu merah tersebut dibatalkan.
"Saya meminta peninjauan karena saya tidak berpikir itu pelanggaran," ujar Trump. "Yang saya lakukan hanyalah meminta peninjauan, saya tidak mengatakan Anda harus melakukan ini."
Menurut Trump, insiden yang menimpa Balogun adalah kecelakaan belaka. Ia menilai pemainnya tidak sengaja bertabrakan dengan pemain lawan saat berlari dengan kecepatan penuh. "Itu bahkan bukan pelanggaran. Itu adalah dua orang yang berlari dengan kecepatan penuh yang kebetulan bertabrakan," katanya.
Trump juga menuding wasit yang memberikan kartu merah sebagai sosok kontroversial. Ia menyebut wasit tersebut memiliki rekam jejak mencurigakan. "Wasit ini yang agak mencurigakan jika Anda memeriksa masa lalunya. Saya tidak ingin mengatakannya karena saya tidak suka memicu kontroversi, tetapi dia sangat mencurigakan," ucap Trump.
Artikel Terkait
Trump Buka Peluang Jual Jet Tempur F-35 ke Turki, Bertolak Belakang dengan Permintaan Netanyahu
Italia Pilih Diam, Tak Lagi Tanggapi Sindiran Trump
Kontroversi Balogun: Campur Tangan Trump di Piala Dunia 2026 Picu Gelombang Kritik
Kontroversi Piala Dunia 2026: Telepon Trump ke Infantino Batalkan Kartu Merah Balogun