Piala Dunia 2026 yang semestinya menjadi panggung sepak bola murni, justru diwarnai intervensi politik. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka meminta FIFA meninjau ulang kartu merah yang diterima penyerang AS, Folarin Balogun, dalam kemenangan atas Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar. Trump menilai insiden itu bukan pelanggaran, melainkan tabrakan dua atlet. Permintaannya dikabulkan FIFA hanya 48 jam sebelum AS menghadapi Belgia di perempat final.
Keputusan FIFA mencabut larangan banding atas kartu merah dan menangguhkan skorsing Balogun selama satu tahun masa percobaan langsung menuai reaksi keras. Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) menyatakan "tercengang" dan mengecam proses yang tidak transparan. Pelatih Belgia Rudi Garcia bahkan menyindir keputusan itu seperti "Hari April Mop di FIFA". RBFA mengajukan banding, namun ditolak FIFA beberapa jam sebelum laga.
Pelatih AS Mauricio Pochettino membela timnya. Ia menegaskan bahwa bermain dengan sepuluh pemain selama 30-35 menit di laga knockout bukanlah keuntungan. "Kami bukan korban, tapi juga bukan penjahat," ujarnya.
Kritik dari Dunia Sepak Bola
UEFA menyebut keputusan FIFA "melewati garis merah". Pelatih Norwegia Stale Solbakkan menyesalkan bahwa jika AS menang, mereka akan terbebani kontroversi. Presiden DFB Bernd Neuendorf mendesak klarifikasi atas dugaan intervensi politik. Pelatih Inggris Thomas Tuchel mempertanyakan batas preseden yang bisa dibuat: "Di mana ini berakhir?"
Kasus ini memicu kekhawatiran akan efek domino. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dilaporkan mempertimbangkan banding atas kartu kuning Michael Olise yang berujung skorsing. Presiden FIFA Gianni Infantino membantah pengaruh Trump, menegaskan keputusan berasal dari komite disiplin yang independen. Trump pun mengklaim hanya meminta peninjauan, bukan pembatalan.
Nasib AS di Lapangan
Di atas lapangan, Belgia mengalahkan AS 4-1 di Seattle. Charles De Ketelaere mencetak dua gol, sementara Hans Vanaken dan Romelu Lukaku memanfaatkan blunder pertahanan AS. Malik Tillman sempat menyamakan kedudukan. Kekalahan ini mengakhiri perjalanan AS sebagai tuan rumah terakhir yang tersingkir. Belgia akan menghadapi Spanyol di perempat final.
Preseden serupa terjadi pada Cristiano Ronaldo, yang sanksi tiga laga diringankan menjadi satu setelah pertemuan dengan Trump. Kini, FIFA menghadapi gelombang kritik dan potensi banding dari berbagai federasi. Pertanyaan besar: apakah intervensi kepala negara lain akan menyusul?
Artikel Terkait
Roberto Martinez Mundur sebagai Pelatih Portugal Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026
Hadapi Argentina di 16 Besar Piala Dunia, Mesir Tak Gentar dan Yakin Bisa Bersaing
Italia Pilih Diam, Tak Lagi Tanggapi Sindiran Trump
Kontroversi Piala Dunia 2026: Telepon Trump ke Infantino Batalkan Kartu Merah Balogun