Italia Pilih Diam, Tak Lagi Tanggapi Sindiran Trump

- Selasa, 07 Juli 2026 | 17:24 WIB
Italia Pilih Diam, Tak Lagi Tanggapi Sindiran Trump

Italia memutuskan untuk tidak lagi menanggapi berbagai sindiran Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Perdana Menteri Giorgia Meloni. Keputusan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menjelang KTT NATO di Ankara, Turki, Selasa (7/7).

Dalam wawancara dengan La Stampa, Tajani mengatakan pemerintah Italia sengaja memilih tidak membalas komentar Trump agar hubungan antarsekutu tidak semakin memanas.

"Trump berbicara atas nama dirinya sendiri. Kami memutuskan berhenti menanggapi pernyataan-pernyataan itu agar tidak memperkeruh perselisihan di antara sekutu," kata Tajani.

Ia menegaskan Italia tetap menganggap AS sebagai mitra strategis bagi Italia maupun Eropa.

Pernyataan itu muncul setelah Trump mengunggah foto Meloni di Truth Social dengan tulisan "Perlu Perintah Penahanan" (restraining order needed).

Sindiran tersebut memperpanjang ketegangan yang bermula bulan lalu, ketika Meloni menuduh Trump mengarang cerita setelah mengklaim ia "memohon" berfoto dengannya saat KTT G7 di Prancis.

Meloni sebelumnya dikenal dekat dengan Trump dan menjadi satu-satunya pemimpin Eropa yang menghadiri pelantikannya pada 2025. Namun hubungan keduanya mulai merenggang setelah Meloni mengkritik Trump karena menyerang Paus Leo terkait konflik Iran. Trump kemudian membalas dengan menuduh Meloni tidak memiliki keberanian.

Media Italia Il Foglio ikut menyindir Trump dengan memuat foto dirinya bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di halaman depan disertai tulisan yang sama, "Perlu Perintah Penahanan".

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags