Infantino Akui Ditelepon Trump soal Kasus Balogun, Bantah Intervensi

- Selasa, 07 Juli 2026 | 10:30 WIB
Infantino Akui Ditelepon Trump soal Kasus Balogun, Bantah Intervensi

Presiden FIFA Gianni Infantino akhirnya angkat bicara mengenai polemik sanksi terhadap Folarin Balogun yang memicu spekulasi campur tangan politik, termasuk dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam pernyataan resmi, ia menegaskan bahwa keputusan disiplin sepenuhnya berada di tangan Komite Disiplin FIFA yang independen.

Infantino mengakui bahwa dirinya memang menerima panggilan telepon dari Trump. Namun, ia memastikan pembicaraan tersebut tidak berkaitan dengan upaya memengaruhi putusan terhadap Balogun. Menurutnya, komunikasi dengan kepala negara adalah hal lumrah, terutama menjelang agenda besar seperti Piala Dunia.

"Ya, saya sering berdialog dengan Presiden AS tentang Piala Dunia. Dan terkait hal ini, saya menerima telepon dari Presiden Donald Trump dan juga pemimpin negara lain, delegasi pemerintah, pemangku kepentingan sepak bola, dan pebisnis dari seluruh dunia tentang banyak hal," ungkap Infantino dalam keterangan tertulis yang diunggah melalui akun X FIFA Media, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam pembicaraan tersebut, ia menyampaikan adanya proses hukum resmi oleh badan independen FIFA dan putusan akan ditentukan oleh badan yang kompeten. "Itulah cara kerja FIFA dan selalu diterapkan," tegasnya.

Infantino juga menegaskan bahwa Presiden FIFA tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri atau mengubah keputusan Komite Disiplin. "Badan yudisial FIFA bersifat independen. Mereka bekerja tunggal dan mengaplikasikan Kode Disiplin FIFA, serta mengeluarkan putusan berdasarkan peraturan dan fakta spesifik. Independensi mereka penting untuk menjaga kredibilitas dan integritas sepak bola. Itu harus selalu dihormati," ujarnya.

Menariknya, Infantino mengakui bahwa ia tidak selalu sejalan dengan keputusan Komite Disiplin. Bahkan, ia kadang terkejut dengan hasil yang diumumkan. "Saya sudah membaca putusan dari Komite Disiplin FIFA ketika mereka merilisnya. Kadang saya kaget dengan mereka. Kadang saya setuju dan kadang tidak," tuturnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa sikap pribadinya tidak pernah menjadi dasar untuk mengubah keputusan badan yudisial. "Terlepas dari itu, saya menghormati putusan itu dan otonomi mereka. Entah kita secara pribadi menyukai putusannya atau tidak adalah hal tak relevan. Rasa hormat terhadap independensi akan melindungi integritas kompetisi kita dan kredibilitas FIFA sepanjang waktu," pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags