Pramono Anung: Tarif Transjakarta Masih Dikaji, Transjabodetabek Jadi Prioritas

- Selasa, 07 Juli 2026 | 11:24 WIB
Pramono Anung: Tarif Transjakarta Masih Dikaji, Transjabodetabek Jadi Prioritas

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mengkaji berbagai usulan terkait kenaikan tarif Transjakarta. Ia mengaku telah menerima masukan dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) yang mengusulkan tarif baru, namun keputusan belum diambil.

“Untuk usulan dari Dewan Transportasi tentunya segera akan dikaji oleh Pemerintah DKI Jakarta. Saya sudah mendapatkan usulan tersebut. Nanti kami bahas dan segera memang harus diambil keputusan,” kata Pramono usai meresmikan Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Selasa (7/7).

Pramono menegaskan pembahasan diprioritaskan untuk layanan Transjabodetabek, termasuk rute menuju Bandara Soekarno-Hatta. Ia mengingatkan janjinya untuk mengumumkan keputusan tarif dalam waktu tiga bulan sejak layanan diluncurkan, yang kini sudah terlampaui. “Terutama untuk Transjabodetabek yang ke bandara, yang pada waktu itu saya janjikan dalam waktu tiga bulan akan kita umumkan. Ini sudah lebih dari tiga bulan, sehingga sekarang ini memang kita juga sedang membahas dengan DPRD Provinsi DKI Jakarta mengenai hal tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, DTKJ mengusulkan kenaikan tarif Transjakarta reguler dari Rp 3.500 menjadi Rp 5.000. Sementara untuk Transjabodetabek diusulkan Rp 10.000. Ketua DTKJ Sugihardjo menjelaskan usulan itu justru membuat tarif integrasi lebih murah. “Kalau misalnya selama ini Rp 3.500 naik BRT terus nyambung ke non-BRT berarti bayarnya Rp 7 ribu. Kalau sekarang dengan Rp 5 ribu berarti turun. Memang kalau dibandingkan Rp 3.500 menjadi naik, tapi kalau melihat sistem integrasinya justru lebih murah,” ujarnya di Balai Kota, Jumat (3/7).

DTKJ juga mengusulkan tarif berlangganan (subscription) sebesar Rp 200.000 per bulan, dengan diskon 20 persen dari tarif normal. “Nah karena langganan kita mengusulkan diskon 20 persen jadi tarifnya hanya Rp 200 ribu. Jadi tarif langganan itu penting,” kata Sugihardjo.

Penyesuaian tarif, menurut DTKJ, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan seperti ketepatan waktu, kenyamanan armada, integrasi antarmoda, dan perluasan jangkauan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags