FIFA memutuskan untuk membatalkan rencana perubahan aturan lempar koin pada adu penalti yang sempat diusulkan untuk Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil setelah diskusi dengan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) saat fase gugur turnamen sudah berjalan.
Dalam usulan awal, FIFA ingin menyederhanakan proses lempar koin menjadi hanya sekali sebelum adu penalti dimulai. Pemenang undian tunggal itu bisa memilih untuk menendang pertama atau menentukan lokasi gawang. Sistem ini dirancang untuk mencegah satu tim mendapat keuntungan ganda dari dua kali kemenangan undian.
Namun, setelah pembahasan mendalam, FIFA dan IFAB sepakat mempertahankan aturan lama. Dale Johnson dari BBC melaporkan bahwa IFAB sempat terbuka untuk menguji coba sistem baru, tetapi kemungkinan baru akan direalisasikan di masa depan, bukan pada Piala Dunia 2026 yang sedang berlangsung.
Dengan demikian, setiap pertandingan fase gugur yang berakhir imbang tetap menggunakan prosedur dua kali lempar koin. Undian pertama menentukan tim yang menendang lebih dulu, sementara undian kedua menentukan lokasi gawang pelaksanaan adu penalti.
Berikut perbandingan antara aturan lama yang tetap berlaku dan rencana aturan baru yang dibatalkan:
| Mekanisme | Aturan Lama (Tetap Berlaku) | Rencana Aturan Baru (Dibatalkan) |
|---|---|---|
| Jumlah Lempar Koin | Dua kali undian | Satu kali undian |
| Fungsi Koin Pertama | Menentukan penendang pertama | Memilih penendang atau gawang |
| Fungsi Koin Kedua | Menentukan lokasi gawang | Pilihan kedua untuk tim yang kalah |
Artikel Terkait
FIFA Jatuhkan Sanksi Berat untuk Pemain dan Federasi Argentina Usai Final Piala Dunia 2026
FIFA Jatuhkan Sanksi Berat ke Argentina Usai Keributan di Final Piala Dunia 2026
PSM Makassar Umumkan Rekrut Sergio Aguero di Tengah Sanksi FIFA
Robert Alberts Buka Suara soal Sengketa Gaji dengan Persib, Klarifikasi Tudingan