Pemerintah Evaluasi Latihan Militer Calon Manajer Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal

- Selasa, 30 Juni 2026 | 06:30 WIB
Pemerintah Evaluasi Latihan Militer Calon Manajer Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro memastikan bahwa seluruh masukan masyarakat terkait evaluasi latihan dasar militer (latsarmil) untuk calon manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi perhatian serius pemerintah. Pemerintah saat ini berupaya memitigasi agar insiden meninggalnya lima calon manajer saat latsarmil tidak terulang kembali.

“Masukan masyarakat itu penting dan diperhatikan,” kata Juri saat menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/6). “Evaluasi itu atau perbaikan-perbaikan itu terus dilakukan, tetapi intinya adalah memitigasi supaya tidak terjadi masalah seperti yang sudah terjadi meninggalnya lima orang. Jadi, Insya Allah ke depan sudah diantisipasi supaya tidak terjadi korban,” ujarnya.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan memutuskan untuk menghentikan latsarmil bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola KDKMP dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan bahwa terminologi dan pelaksanaan kegiatan kini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan lagi latsarmil.

Perubahan ini dilakukan setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengevaluasi sistem pembelajaran pascainsiden kematian lima peserta. Rico memastikan kegiatan fisik dan pelatihan yang berkaitan dengan latihan kemiliteran akan dikurangi. “Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini,” kata Rico. Fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi.

Kemhan juga akan memperhatikan kondisi kesehatan peserta demi memastikan proses pendidikan berjalan aman dan tertib. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan bahwa atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags