Presiden Prabowo Subianto berencana menambah pos lintas batas negara (PLBN) di wilayah Kalimantan dan Papua. Langkah ini dinilai mendesak untuk memperkuat kedaulatan sekaligus mendorong kesejahteraan di daerah perbatasan.
Wakil Ketua Komisi II DPR Bahtra Banong menyatakan urgensi pembangunan PLBN tidak hanya terbatas pada aspek pertahanan dan keamanan. "Menjaga kedaulatan negara merupakan fungsi utama kawasan perbatasan. Namun dalam paradigma pembangunan Presiden Prabowo, menjaga perbatasan harus berjalan beriringan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sana," ujarnya kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Menurut Bahtra, ada beberapa alasan mengapa pembangunan PLBN menjadi sangat penting. Pertama, perbatasan adalah wajah depan bangsa Indonesia. "Kesan pertama negara tetangga terhadap Indonesia justru terlihat dari bagaimana kita membangun kawasan perbatasan. Karena itu, PLBN harus menjadi simbol negara yang modern, berdaulat, tertata, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Bahtra.
Kedua, PLBN harus menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru. Dengan konektivitas yang semakin baik, kawasan perbatasan dapat berkembang menjadi pusat perdagangan, logistik, pariwisata, dan aktivitas ekonomi lintas negara yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
Artikel Terkait
Pigai Minta Pelaku Penyekapan Sadis di Bandung Dihukum Berat, Tolak Restorative Justice
Wall Street Menguat, Saham Teknologi Pimpin Reli
Tiga Karyawan Percetakan di Senen Disekap 21 Hari, Tujuh Orang Jadi Tersangka
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan Lebih dari 1.300 Orang, Indonesia Dipastikan Aman