Harga minyak mentah kembali naik pada perdagangan Senin (29/6) setelah para pelaku pasar menilai gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran masih rapuh. Serangan yang masih terjadi di Selat Hormuz menjadi sinyal bahwa ketegangan di kawasan tersebut belum sepenuhnya mereda.
Minyak mentah Brent untuk kontrak Agustus tercatat naik 1,6 persen menjadi USD 73,15 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak yang sama menguat 2,2 persen dan ditutup di level USD 70,75 per barel.
Batu Bara dan CPO Ikut Menguat
Tak hanya minyak, harga batu bara juga mencatatkan kenaikan pada penutupan perdagangan hari yang sama. Batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Juli 2026 ditutup naik 1,35 persen menjadi USD 127,70 per ton.
Harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) pun bergerak positif meski tipis. CPO tercatat naik 0,44 persen menjadi MYR 4.588 per ton.
Nikel dan Timah Tertekan
Di sisi lain, harga nikel justru terpantau melemah pada penutupan perdagangan Senin. Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga nikel turun 2,32 persen menjadi USD 16.311 per ton.
Harga timah juga mengalami penurunan, meski tipis. Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, timah melemah 0,35 persen dan menetap di USD 50.375 per ton.
Artikel Terkait
IHSG Diprediksi Sideways di Kisaran 5.700–5.900, Minim Katalis Positif
Wall Street Menguat, Dow Cetak Rekor Penutupan Tertinggi
Pajak Marketplace Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Targetkan Kepatuhan Pedagang Online
Filipina Pangkas Target Ekonomi di Tengah Tekanan Global dan El Nino