Wall Street Menguat, Dow Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

- Selasa, 30 Juni 2026 | 06:18 WIB
Wall Street Menguat, Dow Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

Indeks saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Senin, dengan Dow Jones Industrial Average mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini didorong oleh meredanya ketegangan antara AS dan Iran setelah konflik akhir pekan, serta penguatan saham teknologi yang bangkit dari aksi jual sebelumnya.

Dow Jones naik 306,63 poin atau 0,59 persen menjadi 52.182,74. S&P 500 menguat 86,41 poin atau 1,18 persen ke 7.440,43, sementara Nasdaq Composite melonjak 522,53 poin atau 2,07 persen menjadi 25.820,14.

Tim negosiator Iran dan AS dijadwalkan bertemu di Doha pekan ini. Namun, Iran menyatakan belum ada pertemuan yang dijadwalkan setelah serangan rudal dari kedua pihak pada akhir pekan menguji gencatan senjata sementara yang bertujuan mengakhiri perang empat bulan.

Pada 17 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik, termasuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz.

“Fakta bahwa terjadi permusuhan antara AS dan Iran pada akhir pekan ternyata tidak memberikan dampak negatif terhadap pasar,” kata Peter Cardillo, Kepala Ekonom Pasar di Spartan Capital Securities, New York. “Pasar sedang melihat ke depan dan mempersiapkan musim laporan kinerja keuangan perusahaan, yang sudah tidak lama lagi.”

Sebagian besar perusahaan dalam S&P 500 dijadwalkan mulai merilis laporan keuangan kuartal II setelah pertengahan Juli. Sektor layanan komunikasi menjadi pemimpin penguatan di antara sektor-sektor dalam indeks tersebut.

Saham Comcast melonjak 4,5 persen setelah perusahaan media dan televisi kabel itu mengumumkan rencana memisahkan bisnisnya menjadi dua perusahaan publik independen melalui spin-off NBCUniversal dan Sky. Saham SpaceX melesat 7,2 persen setelah Nasdaq mengumumkan perusahaan tersebut akan masuk ke dalam indeks Nasdaq 100 mulai 7 Juli. Alphabet, induk perusahaan Google, ditutup naik 4,8 persen pada hari pertama sahamnya resmi menjadi komponen Dow Jones.

Cardillo menambahkan, praktik window dressing pada akhir kuartal ketika investor membeli saham tertentu agar portofolio terlihat lebih baik kemungkinan juga mendorong kenaikan pasar. Kekhawatiran mengenai belanja kecerdasan buatan (AI) sebelumnya sempat menekan saham terkait AI, termasuk produsen semikonduktor dan saham kapitalisasi besar Magnificent Seven. Namun pada Senin, indeks sektor teknologi informasi naik 1,7 persen.

RBC Capital Markets menaikkan target S&P 500 untuk 12 bulan ke depan menjadi 8.150 dari 7.900, dengan alasan kuatnya laba perusahaan dan kondisi makroekonomi yang mendukung. Investor juga menantikan laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang dirilis pada Kamis.

Di Bursa Efek New York, jumlah saham yang naik melampaui yang turun dengan rasio 1,54 banding 1. Tercatat 272 saham mencetak rekor tertinggi baru dan 114 saham menyentuh level terendah baru. Di Nasdaq, sebanyak 3.017 saham menguat dan 1.919 saham melemah, rasio 1,57 banding 1. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite tidak mencatatkan rekor tertinggi atau terendah baru dalam 52 pekan.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 20,15 miliar saham, lebih rendah dari rata-rata 20 hari terakhir sebesar 23,50 miliar saham.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags