JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari markas FIFA. Tribuna melaporkan pada Minggu (5/4/2026) bahwa federasi sepak bola dunia itu dikabarkan sedang mempertimbangkan sebuah proposal yang cukup ambisius: menambah peserta Piala Dunia jadi 64 tim. Bayangkan, lonjakan yang signifikan dari format 48 tim yang baru akan dimulai tahun 2026 nanti.
Wacana ini muncul di saat yang tepat. Di Indonesia, semangat baru sedang dibangun oleh pelatih John Herdman untuk mengantar Garuda ke panggung tertinggi. Ekspansi kuota ini, jika jadi, jelas bisa jadi angin segar. Apalagi, momennya berdekatan dengan perayaan 100 tahun Piala Dunia yang rencananya digelar pada 2030.
Formatnya bakal berubah total. Enam puluh empat tim nantinya akan dibagi ke dalam 16 grup. Dua tim terbaik dari tiap grup lalu melaju ke babak 32 besar. Perubahan drastis ini merupakan kelanjutan logis dari evolusi turnamen yang terus mencari bentuk.
Namun begitu, bukan cuma penambahan peserta yang jadi buah bibir. Ada spekulasi lain yang lebih radikal beredar di kalangan penggemar. FIFA disebut-sebut sedang mencari cara agar daya tarik Piala Dunia tetap membara, di tengah jadwal kompetisi klub yang sudah begitu padat.
Salah satu rumor yang ramai di media sosial bahkan menyebutkan kemungkinan adanya pembagian kasta, mirip seperti yang ada di Liga Champions Eropa.
"Ada sebuah rumor yang mengatakan kalau FIFA berencana akan membuat Pildun yang ada kastanya seperti UCL, UEL, dan UECL,"
Demikian kutipan laporan dari akun Instagram @beritagaruda_id, Minggu lalu.
"Tapi ini hanyalah sebuah rumor... FIFA juga sedang mengawasi bagaimana agar hype turnamen tersebut tidak turun!"
Akun itu menutup pernyataannya dengan nada hati-hati. Memang, wacana seperti ini pasti menuai pro dan kontra. Kekhawatiran terbesar tentu soal beban fisik pemain dan bagaimana reaksi klub-klub profesional nantinya.
Di sisi lain, bagi Timnas Indonesia, rumor penambahan kuota ini jelas seperti musik di telinga. Setelah gagal menembus Piala Dunia 2026, harapan baru ditanamkan Herdman. Ambisinya jelas: membawa Indonesia lolos pada 2030.
Perjalanan kualifikasi sebelumnya terhenti di putaran keempat. Kini, dengan tangan dingin Herdman, optimisme itu tumbuh kembali. Apalagi jika kursi peserta bertambah banyak, peluang itu terasa jauh lebih nyata.
Gairah suporter menjadi bahan bakar utamanya. Usai gelaran FIFA Series Maret lalu, Herdman dengan lantang berkomitmen.
"Gairah kalian adalah gairah kami. Misi kalian adalah misi kami. Kami akan lolos, kami akan lolos ke 2030. Kalian harus tetap bersama kami, kita berjuang bersama sebagai satu keluarga,"
Ucapnya penuh keyakinan. Sekarang, semua mata tertuju pada langkah FIFA selanjutnya. Akankah Piala Dunia benar-benar bertransformasi menjadi ajang dengan 64 peserta? Jawabannya masih menggantung. Tapi satu hal pasti: harapan itu kini menyala lebih terang.
Artikel Terkait
Rupiah Mendekati Rp17.900, Defisit Neraca Pembayaran Kuartal I-2026 Tembus 9,15 Miliar Dolar AS
PLN Pulihkan 176 Gardu Induk di Sumatera Usai Gangguan Transmisi Meluas
Arsenal Siapkan Kaus Khusus untuk Ribuan Suporter di Final Liga Champions Lawan PSG
Trump Sehat Prima, Dokter Sarankan Turunkan Berat Badan