Warga Bantah Lahan Berasap di Bogor Tempat Pembakaran Sampah

- Kamis, 16 Juli 2026 | 15:12 WIB
Warga Bantah Lahan Berasap di Bogor Tempat Pembakaran Sampah

Warga RW 003 Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, membantah bahwa lahan yang mengeluarkan asap tebal digunakan sebagai tempat penimbunan atau pembakaran sampah liar. Isa, seorang warga setempat, menjelaskan bahwa lahan tersebut awalnya berupa jurang yang kemudian diuruk untuk dijadikan area parkir bagi peziarah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bak Kintung.

Proses pengurukan dilakukan menggunakan tanah, puing bangunan, serta ranting dan kayu agar lahan menjadi padat dan dapat dimanfaatkan. "Nah, kalau ini, kalau ini berhubung saya pengin punya parkiran, puing masuk, ranting masuk, dari bangunan-bangunan masuk biar cepat penuh. Itu aja sih saya mah, ini mah bukan sampah aslinya mah," ujar Isa saat ditemui di lokasi, Kamis (16/7).

Isa juga membantah adanya sampah rumah tangga di lokasi tersebut. "Kalau katanya sampah, ini mungkin pekat asapnya. Ini enggak, jadi kayak bau kayu kalau ini mah. Enggak ada, enggak ada sampah, cari aja," ujarnya. Ia menegaskan bahwa material yang terbakar bukan sampah, melainkan kayu yang telah lama tertimbun.

Menurut Isa, pengurukan dilakukan sekitar empat tahun lalu untuk menyediakan lahan parkir bagi peziarah karena TPU Bak Kintung belum memiliki area parkir yang memadai. "Mau dipadatin, berhubung ini jurang, yang ziarah enggak ada parkiran. Enggak membahayakan kalau asapnya mah, cuma kalau namanya asap, sensitif ke perumahan. Iya, kebawa angin," tuturnya.

Kebakaran baru terjadi pada Rabu pekan lalu, sementara pengurukan sudah dilakukan bertahun-tahun sebelumnya. "Udah empat tahun. Baru kejadian kemarin (terbakar) hari Rabu. Itu mah entah ada yang ngebakar, entah kepanasan, meledug bisa itu. Ya namanya juga korek kan bekas, panas meledug dikit-dikit," ujarnya.

Isa belum mengetahui penyebab pasti munculnya api. Menurutnya, kebakaran bisa dipicu cuaca panas atau sumber api lain yang belum diketahui. Sejak asap muncul, petugas pemadam kebakaran terus melakukan upaya pemadaman dengan bantuan mobil tangki air dari kawasan perumahan sekitar. "Damkar habis kali 16, tangki dari Citra Grand ada kali 20. Berhubung emang cuacanya, cuacanya ini banget. Tangki dari Citra Grand ada kali 20. Udah, udah ditanganin sama alat berat," katanya.

Asap mulai muncul sejak Rabu pekan lalu dan hingga kini masih dalam penanganan. "Dari Rabu. Sekarang apa ya? Kamis ya? Berarti udah seminggu, udah delapan hari. Bukannya nggak ditangani, [ini] ditangani," tuturnya. Meski demikian, Isa mengeklaim asap tidak terlalu berdampak kepada warga di sekitar lokasi karena lebih banyak terbawa angin ke arah kawasan perumahan.

"Enggak, nggak kena. Kebawa angin. Mungkin yang di sini nih [perumahan] Citra ada sedikit kena. [Perumahan] Asana kadang-kadang kena. Habis angin sih juga," jelasnya.

Titik Awal dari Pohon Nangka

Terkait sumber api, Isa menduga titik awal kebakaran berasal dari pohon nangka yang bagian dalamnya telah lapuk. "Itu yang pohon nangka itu awal. Jadi di dalem tuh udah gerowah. Berarti hidup di dalem itu. Tadinya mah kan nggak begini ini," katanya. Ia menambahkan, kondisi lahan tersebut sebelumnya jauh lebih rendah karena masih berupa jurang sebelum dilakukan pengurugan. "Di bawah ini, kayak gitu tuh. Cuman ama saya, saya naikin," tuturnya.

Isa berharap proses pemadaman segera selesai. Menurutnya, apabila penyiraman dilakukan secara terus-menerus, api diperkirakan dapat padam dalam waktu dekat. "Tapi kalau katanya airnya nonstop kemungkinan hari ini mati," kata dia.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags