TPS Liar di Cikeas Udik Akan Disegel Setelah Api Padam, Petugas Waspadai Ledakan Gas Metana

- Kamis, 16 Juli 2026 | 12:48 WIB
TPS Liar di Cikeas Udik Akan Disegel Setelah Api Padam, Petugas Waspadai Ledakan Gas Metana

Satpol PP Kecamatan Gunung Putri memastikan tempat pembuangan sampah liar di Desa Cikeas Udik, Kabupaten Bogor, akan disegel setelah proses pemadaman api dan asap selesai. Langkah ini diambil menyusul kebakaran di lokasi yang telah berlangsung beberapa waktu.

Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kecamatan Gunung Putri, Hamzah Perwiranegara, mengatakan pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor telah berkoordinasi. "Setelah ada aduan kemarin, kami langsung koordinasi dengan Dinas Teknis dan DLH. Alhamdulillah fast response, hari ini langsung ditindaklanjuti dengan tindakan-tindakan tadi, pengelola sudah membuat berita acara dan perjanjian agar tidak mengulangi," ujarnya di lokasi, Kamis (16/7).

Penyegelan belum bisa dilakukan karena prioritas saat ini adalah pemadaman. Jika lokasi langsung disegel, aktivitas petugas untuk memadamkan api dan asap akan terhambat. "Kita mau fokus pemadaman dulu karena takut berdampak luas ke warga sekitar. Takut ada ISPA, kami juga koordinasi dengan Dinkes agar daerah sekitarnya dimonitor," lanjut Hamzah.

Setelah api berhasil dipadamkan, DLH akan langsung menyegel lokasi. Hamzah mengingatkan bahwa tempat itu sebelumnya pernah disegel, namun kembali beroperasi. "Kalau setelah penyegelan kejadian lagi, berarti akan dibawa ke ranah hukum," tegasnya.

Proses pemadaman diupayakan secepat mungkin, namun petugas harus berhati-hati karena terdapat gas metana di bawah tumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan ledakan. "Kita tidak bisa memantau terlalu dekat. Takutnya ada ledakan karena di bawahnya ada gas metana yang aktif. Nanti biar Damkar yang menyelesaikan," ungkap Hamzah.

Hamzah juga menyoroti dampak pencemaran akibat kebakaran. Bukan hanya tanah yang tercemar, kualitas udara di sekitar juga terdampak asap yang terus keluar. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan program pengelolaan sampah dari DLH, seperti Kampung Ramah Lingkungan, agar kejadian serupa tidak terulang. "Kami dari Kecamatan Gunung Putri mengajak warga untuk menggerakkan dan mengikuti program-program DLH yang sangat baik. Kalau KRL-nya jalan, saya yakin semuanya akan kondusif," pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags