Rismon dituding iri dan sakit hati terhadap Roy Suryo serta Dokter Tifa karena keduanya dinilai konsisten mempersoalkan keaslian ijazah Presiden Joko Widodo. Tudingan itu muncul dari pernyataan Rismon yang dianggap kontradiktif dan bernada merendahkan.
Dalam pernyataannya, Rismon menyebut Roy Suryo dan Dokter Tifa didanai pihak lain, bahkan menyinggung nama Jusuf Kalla yang berujung pada pelaporan polisi. Namun, di sisi lain, ia mengklaim Roy Suryo tampil di televisi dan podcast demi honor.
Rismon bahkan menyebut angka honor yang diterima Roy Suryo: Rp500 ribu dari Forum Keadilan, Rp1 juta dari ILC, Rp1,25 juta dari Rakyat Bersuara, dan Rp750 ribu untuk acara head to head. Menurut Rismon, dalam sehari Roy Suryo bisa mendapatkan Rp2 juta. "Dan Roy Suryo cari makan dari situ," tegasnya.
Kontradiksi ini dinilai menunjukkan keanehan. Di satu sisi Rismon membenarkan adanya pendanaan pihak lain, namun di sisi lain ia menyebut Roy Suryo mencari nafkah dari honor televisi dan podcast. "Makanya, Roy Suryo dan Dokter Tifa getol betul mempertahankan kasus ijazah Jokowi ini, karena kalau tidak, ia tidak bisa makan," kata Rismon.
Pernyataan itu dinilai terlalu rendah dan mencerminkan rasa iri. Rismon yang merasa lebih pintar justru terlihat bodoh dibandingkan Roy Suryo dan Dokter Tifa. Ia dianggap menjilat ludahnya sendiri, sementara kedua tokoh itu tidak melakukan hal serupa.
Ada dugaan bahwa Rismon takut jika Roy Suryo dan Dokter Tifa divonis bebas dalam kasus pencemaran nama baik dan fitnah, sementara keaslian ijazah Jokowi terus dipertanyakan. "Tanggung berendam, akhirnya Rismon mandi sekalian. Sayangnya, serangannya terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa cenderung bertolak belakang," ujar pengamat.
Rismon sendiri yang memprakarsai tuduhan pendanaan, namun juga yang menyebut Roy Suryo mencari uang dari honor. Orang yang sudah iri dan sakit hati, kadang memang bertindak aneh.
Artikel Terkait
Ledakan Bom di Apartemen Monako Lukai Tiga Orang, Termasuk Warga Ukraina
Cuaca Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari, Warga Diimbau Waspada Angin Kencang
Tiga Karyawan Percetakan di Senen Disekap 21 Hari, Diborgol dan Dirantai
Dokter Tifa Bantah Tudingan Utang, Sebut Apartemen Disita Akibat Usaha yang Runtuh