Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menilai rotasi di alat kelengkapan dewan (AKD) DPR merupakan hal yang biasa dilakukan untuk menyesuaikan komposisi dengan target yang ingin dicapai. Menurutnya, perubahan komposisi tersebut wajar terjadi dalam perjalanan organisasi.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat memberi arahan kepada kader di DPP Golkar, Jakarta Barat, Selasa (18/8). Ia menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal Golkar, Sarmuji, yang sebelumnya menyinggung adanya rotasi di internal fraksi.
Bahlil mengibaratkan perubahan komposisi tersebut seperti sebuah kesebelasan sepak bola yang perlu mengubah susunan pemain untuk mencapai tujuan. "Tadi Pak Sarmuji menyampaikan, karena terjadi rotasi ya, memang tidak ada satu tim, (ibarat) kesebelasan bola, di mana pun kita lihat, itu untuk mencapai tujuan selalu dibutuhkan perubahan-perubahan permainan," kata Bahlil.
Menurut Bahlil, rotasi merupakan bagian yang wajar dalam perjalanan organisasi. Dia menilai perubahan komposisi tidak perlu dipandang sebagai persoalan yang luar biasa. "Jadi saya pikir itu suatu hal yang biasa saja. Memang ya itulah hidup," ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan komposisi tidak hanya dapat terjadi di tingkat AKD. Mekanisme serupa juga dapat diterapkan dalam pemerintahan melalui reshuffle menteri apabila target yang ditetapkan tidak tercapai. "Jangankan di fraksi, jangankan di alat kelengkapan Dewan. Di kabinet saja bisa terjadi rolling, kalau itu dianggap tidak memenuhi apa yang menjadi target," tutur Bahlil.
Artikel Terkait
Pertamina Percepat Pengembangan Panas Bumi untuk Ketahanan Energi Nasional
PLN Targetkan Kapasitas Panas Bumi 7,9 GW pada 2033, Menuju Terbesar di Dunia
Pemerintah Matangkan Pembatasan Pertalite untuk Kelompok Kaya
Pembatasan BBM Subsidi untuk Kelompok Terkaya Diyakini Hemat Anggaran 10 Persen