Pertamina Percepat Pengembangan Panas Bumi untuk Ketahanan Energi Nasional

- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:36 WIB
Pertamina Percepat Pengembangan Panas Bumi untuk Ketahanan Energi Nasional

PT Pertamina (Persero) semakin serius menggarap energi panas bumi sebagai salah satu pilar transisi energi nasional. Langkah strategis terus digencarkan, mulai dari pengembangan proyek baru, perluasan eksplorasi, hingga optimalisasi aset yang sudah beroperasi.

Komitmen ini sejalan dengan arahan pemerintah yang menempatkan panas bumi sebagai sumber energi strategis. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam sambutannya di ajang The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta adanya terobosan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada energi impor, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi global.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, turut hadir dalam acara tersebut sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pengembangan panas bumi. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi Pertamina dalam menjalankan bisnis energi berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan antara ketahanan energi, keterjangkauan, dan kelestarian lingkungan.

“Pertamina terus mempercepat transformasi menuju bisnis energi rendah karbon dan berkomitmen memperluas pengembangan panas bumi geothermal untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Simon dalam keterangan tertulis pada 20 Agustus 2026.

Penandatanganan Kesepakatan Strategis

Dalam ajang IIGCE 2026, Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), menandatangani sejumlah kesepakatan strategis. Salah satunya adalah penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) dengan PT PLN (Persero) bersama konsorsium PGE dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu Bottoming Unit dan PLTP Lahendong Bottoming Unit.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menyambut baik kesepakatan ini. Ia menilai langkah tersebut merupakan upaya untuk mengoptimalkan potensi pembangkit yang telah beroperasi.

“Kami menyambut penandatanganan LOI ini dengan penuh optimisme. PLTP Ulubelu dan Lahendong selama ini telah berperan penting dalam penyediaan listrik di Lampung dan Sulawesi Utara. PGE yakin bahwa tambahan unit yang kami kembangkan bersama PLN IP ini akan menyediakan suplai listrik yang bersih dan andal untuk semakin banyak rumah tangga yang akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menyediakan energi yang memberdayakan masyarakat,” jelas Ahmad Yani.

Selain itu, PGE juga menerima Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM mengenai Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) panas bumi di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatera Barat.

“Tanggung jawab ini menjadi bagian dari komitmen PGE untuk terus mendukung target Net Zero Emission 2060 dan memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan sinergi kuat antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, PGE akan melaksanakan mandat ini agar dapat mengubah potensi panas bumi Cubadak Panti menjadi manfaat yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi masyarakat,” tambah Ahmad Yani.

Meluncurkan Buku Sejarah Panas Bumi

Pada momentum yang sama, Pertamina melalui PGE juga meluncurkan buku berjudul "Menjaga Masa Depan Energi Bangsa: 100 Tahun Panas Bumi Indonesia". Buku tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ahmad Yani kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai bagian dari peringatan satu abad perjalanan panas bumi Indonesia.

Buku ini mengulas sejarah perkembangan panas bumi nasional yang berawal dari sumur KMJ-3 di Kamojang pada 1926. Sumur tersebut secara konsisten menghasilkan uap kering dan menjadi salah satu tonggak awal industri panas bumi Indonesia. Melalui buku ini, perjalanan panjang industri panas bumi nasional, dinamika pengembangannya, hingga peluangnya sebagai energi masa depan didokumentasikan secara lengkap.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pertamina Group semakin memperkuat perannya dalam mendukung transisi energi nasional dan menjaga ketahanan energi Indonesia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags