Operator SPBU di Manggarai Pilih Tetap Bertugas meski Keluarganya Terdampak Gempa

- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:50 WIB
Operator SPBU di Manggarai Pilih Tetap Bertugas meski Keluarganya Terdampak Gempa

Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.46 WITA, memaksa Valentinus Jantur (39) berlari keluar rumah sambil menggendong anaknya. Guncangan yang sangat kuat itu membuatnya dan keluarga langsung mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Kami langsung keluar rumah, tidak pakai lama. Besar sekali guncangannya. Kami langsung menggendong anak, lari keluar rumah," ujarnya saat dihubungi pada Sabtu (22/8/2026).

Hari itu, Valentinus memutuskan tidak berangkat kerja. Keselamatan keluarga menjadi prioritas utama. Bersama lima keluarga lain, ia mendirikan tenda sederhana di depan rumah. Anak-anaknya pun belum kembali bersekolah. Trauma akibat gempa masih membayangi; bahkan untuk sekadar ke kamar mandi, ia dan keluarganya masih merasa takut.

"Gempa sekarang ini yang terbesar, yang paling parah. Kami masih takut, mau ke kamar mandi saja takut, masih trauma," tuturnya.

Namun, sehari setelah gempa, Valentinus kembali mengenakan seragam kerjanya. Ia memilih bertugas sebagai operator SPBU Mbaumuku 54.865.01 di Ruteng, melayani masyarakat yang juga tengah berjuang bangkit dari bencana. Di tengah kondisi keluarganya yang belum pulih sepenuhnya, ia menyadari kebutuhan energi masyarakat tidak berhenti. BBM tetap diperlukan untuk mendukung mobilitas dan berbagai aktivitas pascagempa.

"Sudah kewajiban melayani masyarakat. Tugas kami memang harus seperti itu, untuk melayani masyarakat terdampak," katanya.

Dukungan Keluarga dan Pertamina

Keputusan Valentinus untuk kembali bekerja mendapat dukungan penuh dari keluarganya. Baginya, menjalankan tugas di SPBU dan menjaga keluarga adalah dua tanggung jawab yang harus dijalankan beriringan.

"Keluarga mendukung. Harus melayani walaupun dalam keadaan begini. Ada tanggung jawab untuk keluarga dan anak," tuturnya.

Pertamina pun memberikan perhatian kepada para operator SPBU terdampak gempa. Valentinus menyebut bantuan tersebut menjadi penyemangat untuk terus menjalankan tugas. Setelah memastikan keluarganya berada di tempat yang lebih aman, ia kembali berdiri di SPBU, melayani masyarakat yang sama-sama berusaha pulih.

"Kami juga mendapat bantuan dari Pertamina. Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan sehingga kami sebagai operator tetap bisa melayani dan bertugas," ucapnya.

Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, para operator SPBU memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan energi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di tengah bencana, mereka tidak hanya menghadapi tanggung jawab pekerjaan, tetapi juga berjuang memulihkan kondisi keluarga masing-masing.

"Kami turut prihatin atas kondisi yang dialami teman-teman operator dan keluarganya. Pertamina hadir memberikan bantuan, dukungan, dan semangat agar mereka dapat melewati masa pemulihan, sekaligus tetap menjalankan perannya dalam menjaga layanan energi bagi masyarakat," ujar Arya.

Menurut Arya, dedikasi para operator seperti Valentinus menjadi bagian penting dari upaya Pertamina menjaga kelancaran layanan energi di wilayah terdampak.

"Di balik operasional SPBU yang tetap berjalan, terdapat para pekerja yang juga tengah menghadapi dampak bencana bersama keluarganya," tutupnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags