PLN Targetkan Kapasitas Panas Bumi 7,9 GW pada 2033, Menuju Terbesar di Dunia

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:42 WIB
PLN Targetkan Kapasitas Panas Bumi 7,9 GW pada 2033, Menuju Terbesar di Dunia

PT PLN (Persero) menargetkan peningkatan kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi dari 2,8 gigawatt (GW) menjadi 7,9 GW pada 2033. Langkah ini sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 dan target bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional. Dengan pencapaian tersebut, Indonesia berpotensi menjadi negara dengan kapasitas panas bumi terbesar di dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong terobosan energi bersih demi memperkokoh kedaulatan dan kemandirian energi nasional. Hal ini disampaikannya dalam acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8). Menurutnya, pengembangan energi terbarukan seperti panas bumi sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil impor.

"Atas dasar pemikiran itu, Bapak Presiden Prabowo memerintahkan untuk segera mencari terobosan-terobosan alternatif dalam rangka mendorong kedaulatan energi kita. Tidak ada cara lain selain melakukan percepatan implementasi geothermal supaya bisa menjadi listrik ataupun menjadi yang lain. Harus ada kolaborasi antara pengusaha dan regulator," ujar Bahlil.

Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API), Julfi Hadi, menyebut momentum peringatan satu abad eksplorasi panas bumi Indonesia sebagai titik balik untuk melakukan lompatan besar. Ia mendukung penuh target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai raksasa geothermal dunia.

"Indonesia mempunyai local resources, mempunyai indigenous resources, yaitu panas bumi yang terbesar di dunia. Energi panas bumi mempunyai karakteristik spesial bisa menjadi base load yang andal. Satu-satunya base load renewable yang ada pada saat ini juga terbarukan, bersih dan terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Kunci mutlak menuju (Visi Panas Bumi) 30.1 adalah kolaborasi," kata Julfi.

Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, PLN, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi panas bumi nasional. Melalui Visi Panas Bumi 30.1, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi produsen energi panas bumi nomor satu di dunia pada 2030.

Dukungan PLN dan Skema Kolaborasi

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan kesiapan perusahaan mendukung kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam pengembangan energi terbarukan, termasuk panas bumi yang potensinya mencapai 23,2 GW. "Indonesia memiliki peluang emas untuk membawa kekayaan panas bumi menjadi pemimpin energi dunia. Sesuai arahan Pemerintah melalui RUPTL 2025-2034, dari kapasitas 2,8 GW saat ini, ke depan kami akan mendorong penambahan kapasitas sebesar 5,1 GW atau melompat menjadi total 7,9 GW pada 2033 sekaligus berpotensi menjadi yang terbesar di dunia," tegas Darmawan.

Darmawan menjelaskan, sesuai peta jalan RUPTL 2025-2034, kapasitas kumulatif direncanakan naik secara bertahap melalui penambahan 110 proyek. Dari total proyek tersebut, 25 unit dengan kapasitas 0,6 GW akan dikembangkan oleh PLN, sementara 85 unit lainnya oleh Independent Power Producer (IPP) sebesar 4,5 GW.

Untuk mempercepat realisasi target, PLN membuka kolaborasi melalui skema Geothermal Exploration & Energy Conversion Agreement (GEECA) untuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PLN serta Steam Sales & Energy Conversion Agreement (SECA) untuk WKP non-PLN. Dari total rencana 79 proyek (45 proyek GEECA dan 34 proyek SECA), penambahan kapasitas panas bumi diproyeksikan mencapai 3,1 GW.

"PLN membuka kolaborasi seluas-luasnya bagi para mitra melalui skema GEECA dan SECA. Lewat kolaborasi yang fairness ini, diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan panas bumi, sebagai salah satu energi baru terbarukan domestik," ucap Darmawan.

Dalam IIGCE 2026, sinergi pengembangan EBT diperkuat melalui berbagai aksi dan kolaborasi. Pemerintah melalui Kementerian ESDM secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Izin Panas Bumi (SK IPB) untuk WKP Gunung Ungaran kepada PLN. Selain itu, penandatanganan Deklarasi Kemitraan Strategis Pengembangan Panas Bumi bersama para mitra pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan total kapasitas hingga 453 megawatt (MW) juga dilakukan.

PLN Group melalui PLN Indonesia Power bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk juga menandatangani Letter of Intent (LoI) kerja sama pembelian tenaga listrik dari pengembangan panas bumi Lahendong Binary Unit 15 MW di Sulawesi Utara serta Ulubelu Binary Unit 30 MW di Lampung.

"Dengan dukungan Pemerintah dan kolaborasi para mitra, PLN siap mengakselerasi pengembangan panas bumi. Ke depan, panas bumi tidak hanya memperkuat pasokan listrik baseload yang andal, tetapi juga sekaligus mendukung swasembada energi, ketahanan energi, dan percepatan transisi energi nasional," pungkas Darmawan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terpopuler