Pameran Lukisan SBY Art Community Resmi Dibuka, AHY Sampaikan Pesan Perdamaian

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 00:30 WIB
Pameran Lukisan SBY Art Community Resmi Dibuka, AHY Sampaikan Pesan Perdamaian

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mewakili Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuka pameran seni SBY Art Community. AHY mengungkapkan SBY tidak dapat hadir secara langsung karena masih berada di Amerika Serikat (AS) untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Pameran bertajuk "Art for Peace and Better Future: Collaboration" ini digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2026). Dalam sambutannya, AHY menyampaikan rasa bahagianya bisa hadir di acara eksibisi lukisan yang digagas oleh SBY Art Community. Menurutnya, pameran ini mengangkat tema perdamaian dan masa depan yang lebih baik melalui semangat kolaborasi.

"Malam hari ini berbahagia kita bisa hadir di acara eksibisi pameran lukisan yang digagas oleh SBY Art Community. Ini sebuah pameran yang mengangkat tema Art for Peace and a Better Future dengan semangat collaboration," kata AHY.

"Pak SBY yang saat ini memang berhalangan hadir karena masih berada di AS untuk menjalani pemeriksaan kesehatan," imbuhnya.

Pameran yang terbuka untuk umum ini menampilkan karya-karya dari 21 seniman. AHY menegaskan bahwa eksibisi seni ini membawa pesan kuat tentang pentingnya perdamaian dunia, terutama di tengah ketegangan geopolitik dan konflik yang terjadi di berbagai kawasan.

"Dunia yang saat ini bergejolak penuh ketegangan geopolitik bahkan perang di berbagai kawasan di dunia tentunya berdampak langsung dan tidak langsung terhadap bangsa-bangsa sedunia termasuk Indonesia. Nah SBY Art Community ini ingin menghadirkan sebuah harapan bahwa dunia bisa semakin damai jika kita perjuangkan bersama-sama," katanya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags