Iran Sebut Trump Berkhayal Klaim Selat Hormuz sebagai Wilayah AS

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 03:20 WIB
Iran Sebut Trump Berkhayal Klaim Selat Hormuz sebagai Wilayah AS

Pemerintah Iran merespons keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyebut klaim tersebut sebagai khayalan dan menegaskan bahwa Iran akan mengoreksi anggapan keliru itu.

Dalam unggahan di media sosial X, Gharibabadi menulis, "Sama seperti Trump yang dengan benar menulis nama Teluk Persia, segera khayalannya mengenai Hormuz akan dikoreksi atau kami sendiri yang akan mengoreksi khayalan orang sesat ini." Pernyataan ini disampaikan menyusul unggahan Trump di akun Truth Social pada Selasa (18/8/2026) yang menampilkan peta Selat Hormuz dengan keterangan 'Wilayah AS yang Baru'.

Trump sebelumnya juga mengutarakan gagasan untuk mendeklarasikan selat strategis tersebut sebagai wilayah AS. "Maksud saya, kita mengendalikannya. Kita mengendalikannya dengan memblokade, tapi saya menyukai gagasan untuk mendeklarasikannya sebagai wilayah," ujarnya.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan penting yang terletak di antara Iran dan Oman, menjadi pintu masuk menuju Teluk Arab. Klaim Trump ini muncul di tengah ketegangan yang sudah memanas akibat rencananya mengubah nama Teluk Persia menjadi Teluk Arab atau Teluk Arabia pada April lalu.

Saat itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi merespons rencana tersebut dengan menyebutnya bermotif politik dan menunjukkan niat permusuhan terhadap Iran. Namun, sebulan kemudian, Trump membatalkan niatnya setelah menyadari akan ada protes keras dari pejabat Iran.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags