SBY Tetap Melukis Saat Menjalani Pemeriksaan Kesehatan di AS

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 03:18 WIB
SBY Tetap Melukis Saat Menjalani Pemeriksaan Kesehatan di AS

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih aktif melukis meski tengah menjalani pemeriksaan kesehatan di Rochester, Amerika Serikat. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat membuka Pameran Lukisan SBY Art Community (SAC) 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (18/8).

Menurut AHY, SBY sebenarnya ingin hadir dalam acara tersebut, tetapi karena sedang dalam rangkaian medical check-up, ia tidak bisa datang. "Walaupun beliau saat ini berada di Rochester, Amerika Serikat dalam serangkaian medical check-up, dan tentunya dengan berat hati tidak bisa hadir bersama-sama kita hari ini, tapi hati dan pikiran beliau ada bersama kita," kata AHY dalam sambutannya.

AHY mengaku baru berkomunikasi dengan SBY pada Senin (17/8). Dalam kesempatan itu, SBY menitipkan ucapan terima kasih kepada para tamu yang hadir untuk mengapresiasi karya seni dalam pameran tersebut. "Harusnya Pak Gubernur (Pramono Anung), (SBY) fokus kan mau medical check-up, terapi, dan lain sebagainya, berobat, itu masih menyempatkan diri untuk melukis. Datang ke pinggir sungai, kemudian melukis, dan masih produktif," ujarnya.

Meski sedang berada di Amerika Serikat, karya-karya terbaru SBY masih dapat dinikmati masyarakat. "Karya-karya beliau masih terus bisa kita nikmati, walaupun hanya melalui Instagram," kata AHY.

Melukis saat Kehilangan Sang Istri

AHY kemudian menceritakan perjalanan SBY menekuni dunia seni lukis. Aktivitas itu menjadi salah satu cara SBY menemukan kembali kebahagiaan setelah kehilangan sang istri, Ani Yudhoyono, pada 1 Juni 2019 silam. AHY mengatakan, keluarga sempat khawatir kondisi SBY semakin terpuruk setelah kepergian Ani. Sebab, menurutnya, SBY mengalami kesedihan yang sangat mendalam.

"Dalam suasana duka gelap, bisa menjadi saksi ketika itu betapa broken-nya hati Pak SBY. Sehingga kami khawatir kalau Pak SBY yang kita cintai terus terlarut dalam duka dan kehilangan," ujar AHY.

Namun, SBY kemudian menemukan aktivitas yang membuatnya kembali bersemangat, yaitu melukis. "Tapi akhirnya kami juga berbahagia, bersyukur sekaligus, ketika beliau kembali menemukan kebahagiaan melalui melukis," katanya. AHY menyebut melukis menjadi pilihan SBY untuk menyalurkan kegelisahan, kerinduan, dan rasa kehilangan setelah ditinggal Ani. "Ketika sedang bersedih, hati-hati kalau tidak punya pilihan untuk melampiaskan kegelisahan atau kerinduan atau kehilangan tadi. Pak SBY telah menemukan dalam melukis," ujarnya.

Lebih lanjut, AHY mengatakan SBY menekuni seni lukis dengan serius. Ia bahkan mencari sendiri referensi pelukis dunia melalui YouTube untuk mempelajari teknik melukis yang diminatinya. Salah satu nama yang menarik perhatian SBY adalah pelukis asal Jerman, Christopher Lehmpfuhl. SBY tertarik dengan teknik plein air painting yang dilakukan Lehmpfuhl, yakni melukis langsung di lokasi atau alam terbuka. AHY menuturkan SBY juga tertarik dengan cara Lehmpfuhl melukis menggunakan jari, bukan hanya kuas.

"Beliau browsing sendiri, melihat sendiri malam-malam. Kemudian mencoba untuk belajar plein air painting," kata AHY. Ketertarikan itu kemudian membawa SBY bertemu langsung dengan Lehmpfuhl saat berkunjung ke Berlin pada 2024. AHY mengatakan pertemuan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan SBY sebagai pelukis.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags