Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa Jakarta perlu memperkuat infrastruktur untuk menghadapi ancaman penurunan muka tanah (land subsidence) dan kenaikan muka air laut (sea level rise). Pernyataan ini disampaikan dalam acara Jakarta Asset Forum and Expo (JAFEX) 2026 di St Regis, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/8/2026).
Menurut AHY, kondisi Jakarta yang semakin padat membuat kota ini rentan terhadap berbagai ancaman lingkungan. "Saya melihat ada sejumlah kerentanan dan kita semua menyadari bahwa Jakarta yang sudah begitu padat ini harus kita perkuat dari sisi infrastrukturnya," ujarnya.
AHY menyoroti kondisi Pantai Utara (Pantura) Jakarta dan Teluk Jakarta. Ia mengatakan pemerintah terus mendorong upaya mitigasi terhadap penurunan tanah dan kenaikan air laut. "Berbicara pantai utara, Teluk Jakarta. Itulah mengapa Presiden Prabowo Subianto saat ini terus mendorong Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa," jelasnya.
Dalam upaya mitigasi, AHY menekankan pentingnya pendekatan yang tidak hanya mengandalkan infrastruktur keras, tetapi juga solusi berbasis alam (nature-based solution). "Kami juga menjadi bagian untuk memberikan sejumlah direktif agar terjadinya land subsidence termasuk sea level rise ini bisa kita mitigasi dengan pendekatan infrastruktur keras maupun solusi yang lebih alamiah," katanya.
"Nature-based solution ini juga harus kita ke depankan, kita kombinasikan secara hibrida agar bisa mencegah pemburukan dari fenomena alam tersebut," sambungnya.
Lebih lanjut, AHY menilai penguatan infrastruktur menjadi bagian penting dari upaya Jakarta menjadi kota global yang berdaya saing. Selain isu lingkungan, konektivitas juga harus terus diperkuat agar masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan nyaman. "Kita harus memastikan jika Jakarta ingin menjadi kota yang semakin global tadi, semakin punya daya saing, maka selain isu lingkungan, konektivitas juga harus kita perkuat," ujarnya.
AHY mengakui bahwa Jakarta memiliki tantangan besar karena tingginya jumlah penduduk dan aktivitas perkotaan. Karena itu, pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara berkelanjutan. Ia berharap Jakarta dapat menjadi contoh bagi kota-kota besar lainnya di Indonesia dalam menghadapi tantangan perkotaan.
"Saya yakin di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur, Jakarta bukan hanya siap, tapi bisa menjadi model yang ideal bagi kota-kota besar di tempat lainnya," pungkasnya.
Artikel Terkait
AHY: APBN dan APBD Tak Cukup, Indonesia Butuh Investasi Swasta untuk Infrastruktur
AHY Ungkap Cita-cita Jadi Gubernur Jakarta di Hadapan Pramono Anung
Iti Octavia Jayabaya Kembali Pimpin Demokrat Banten, Terpilih Secara Aklamasi
Kader Kepala Daerah Demokrat Diminta Utamakan Kepentingan Rakyat dan Dukung Pemerintahan Prabowo