Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjalani prosesi adat Begawi Cakak Pepadun atau Munggah Bumi di Lampung, yang salah satu rangkaiannya adalah menginjak kepala kerbau. Momen itu viral di media sosial dan menuai beragam tafsir, termasuk dari elite partai politik.
Dalam video yang beredar, Jokowi tampak menginjak kepala kerbau yang diletakkan di atas karpet merah. Prosesi itu menjadi sorotan publik setelah diunggah pada Senin (29/6). Kedatangan Jokowi ke Lampung merupakan safari politik pertamanya usai menjabat sebagai presiden. Selama di Lampung, ia mengenakan baju dan topi berlogo PSI serta bertemu kader partai tersebut.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menanggapi prosesi itu dengan tertawa. Ia mengaku tidak memahami adat istiadat Lampung, apalagi mengaitkannya dengan lambang partainya. "Saya tidak memahami adat istiadat dan budaya masyarakat Lampung, apalagi sampai dikaitkan dengan menginjak kepala kerbau," kata Andreas kepada wartawan.
Ia menegaskan lambang PDIP bukan kerbau, melainkan banteng moncong putih. "Tapi kalau seandainya menginjak kepala kerbau itu, oleh yang menginjak, mau dimaknai sebagai simbolisasi menghina PDI Perjuangan, ha-ha-ha..., maaf, lambang PDI Perjuangan bukan kepala kerbau. Lambang PDI Perjuangan itu banteng moncong putih," ucapnya.
Andreas juga menilai tidak pantas Jokowi, yang dianggap sebagai simbol pemersatu, datang ke daerah dan dinobatkan menjadi kepala adat atau raja. "Juga menurut saya tidak biasa dan tidak pantas seseorang yang sudah pernah menjadi presiden yang merupakan simbol pemersatu bangsa, kemudian datang ke daerah untuk dinobatkan sebagai raja, atau sebagai kepala adat atau kepala suku dari sekelompok masyarakat," imbuhnya.
Menurutnya, publik akan lebih bangga jika mantan presiden mendapat gelar akademik dari negara lain. "Harus naik kelas dong, kelasnya harus beda dong. Masa sih, mantan presiden mainannya masih lokal-lokalan, masih mau cari dukungan suarakah?" kata dia.
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Tak Menyesal Bantu Jokowi, tapi Sorot Perubahan Arah Kebijakan
Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Puncak Tewaskan Empat Orang, Satu Keluarga Asal Lampung Jadi Korban
Arya Widakarna Serahkan Tongkat Ganesha Bali ke Jokowi sebagai Simbol Estafet ke Gibran
Enam Anggota DPD RI Temui Jokowi di Solo, Bahas Desentralisasi Pembangunan