Airlangga: AI Berpotensi Dongkrak Ekonomi Indonesia hingga USD 2 Triliun

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:54 WIB
Airlangga: AI Berpotensi Dongkrak Ekonomi Indonesia hingga USD 2 Triliun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) berpotensi mendorong nilai ekonomi Indonesia hingga mencapai USD 2 triliun. Pernyataan itu disampaikan usai Indonesia resmi menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama AI internasional yang diinisiasi China bersama 28 negara lainnya.

Menurut Airlangga, keikutsertaan Indonesia dalam WAICO merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia berperan aktif dalam membangun tata kelola AI yang inklusif, aman, beretika, dan tidak dimonopoli oleh kekuatan tertentu.

"Jadi kalau kita ketahui bahwa AI ini mempunyai potensi untuk menyumbang pendapatan bagi Indonesia, business as usual di tahun 2030 sampai 400 miliar dolar, tetapi dengan diimplementasikannya digital economy framework, nah ini akan meningkat menjadi 2 triliun [USD]," ucap Airlangga saat konferensi pers secara daring, Jumat malam (17/7).

Dia mencontohkan salah satu implementasi transformasi digital RI yang telah terlihat, yaitu sistem pembayaran QRIS yang kini bisa digunakan di sejumlah negara ASEAN hingga Korea Selatan dan Jepang.

Airlangga menambahkan, status Indonesia sebagai negara pendiri WAICO memberikan keuntungan strategis karena pemerintah dapat terlibat sejak awal dalam pembahasan arah pengembangan AI dunia. "Karena dengan menjadi founder, kita tentu mempunyai akses pertama terhadap seluruh pembicaraan mengenai perkembangan daripada AI itu sendiri," jelasnya.

Lebih lanjut, Airlangga membantah anggapan bahwa keikutsertaan RI di WAICO menunjukkan keberpihakan kepada China dalam persaingan teknologi global. Menurutnya, Indonesia tetap menjalankan strategi kerja sama yang bersifat multisource.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags