Seorang peserta tur asal Madiun, Femas Yani Arianto, dilaporkan kabur saat mengikuti perjalanan wisata ke Korea Selatan. Peristiwa ini tidak hanya mengejutkan publik, tetapi juga membuat agen travel yang membawanya terancam denda sebesar Rp125 juta.
Kejadian bermula pada hari pertama perjalanan, ketika Femas memisahkan diri dari rombongan tanpa pemberitahuan. Dhani, perwakilan agen travel Berani Backpacker, mengatakan bahwa peserta tersebut tidak hadir saat titik kumpul yang telah ditentukan dan tidak dapat dihubungi melalui telepon.
"Pada hari pertama perjalanan, sekitar malam hari, peserta atas nama Femas memisahkan diri dari rombongan tanpa pemberitahuan kepada Tour Leader maupun Tour Guide," ujar Dhani.
Tour Leader berulang kali mencoba menghubungi Femas melalui panggilan dan pesan singkat agar kembali bergabung, namun tidak membuahkan hasil. Akhirnya, pihak penyelenggara melaporkan kejadian ini ke instansi pemerintah dan otoritas imigrasi setempat. Selain itu, agen travel juga berupaya membuat laporan ke kepolisian Korea Selatan.
Yang mengejutkan, pihak keluarga Femas diduga menutup-nutupi informasi. Manajemen Berani Backpacker mendatangi rumah ibu kandung Femas di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Namun, sang ibu mengaku tidak tahu-menahu, menyebut anaknya tidak berbakti, dan menuduh seluruh dokumen perjalanan dibuat sendiri oleh Femas tanpa sepengetahuannya.
Akibatnya, manajemen travel melaporkan penjamin atau pemberi sponsor ke kepolisian di Indonesia. "Kami melaporkan penjamin atau pemberi sponsor kepada pihak berwenang Kepolisian karena terbukti sebagai penjamin dan berusaha menutup-nutupi data anak serta runtutan masalah memisahkan diri dari rombongan trip Korea atas nama Femas Yani Arianto," tegas Dhani.
Imbas dari insiden ini, agen travel terancam sanksi berat. "Kami travel dikenakan denda Rp125 juta. Kami yang harus mempertanggungjawabkan ke pihak Korea. Kami yang harus menghadapi risiko denda. Dan peserta lain yang sama sekali tidak tahu apa-apa ikut terkena dampaknya," tandas Dhani.
Artikel Terkait
Peserta Open Trip ke Korsel Diduga Kabur, Kemlu Turun Tangan
Kopi Decaf Jadi Primadona Baru di Negeri Peminum Kopi Terbanyak
Peserta Open Trip Asal Madiun Kabur di Korea Selatan, Polisi Tolak Laporan
Ledakan Gudang Amunisi TNI AD di Madiun, Satu Prajurit Tewas