Atlet muda Syaqilla Faradhila harus menjalani perawatan medis setelah ambruk di garis finis lari 400 meter putri. Ia mengaku sempat minum obat maag sebelum bertanding, namun tetap mengalami sesak napas hebat begitu menyelesaikan perlombaan.
Di lintasan, Syaqilla tampak mampu mengimbangi lawan-lawannya. Namun, begitu mencapai garis finis, tubuhnya langsung merebah. Napasnya terengah-engah, dan ia berguling-guling mencari posisi nyaman. Dua petugas medis segera menghampiri dan akhirnya membawanya ke ruang medis dengan tandu. Di sana, ia mendapat perawatan selama sekitar 10 menit.
Setelah keluar, napasnya masih berat. Ia duduk sambil memegangi kedua kakinya, berusaha mengatur napas. Waktu istirahatnya singkat karena ia harus kembali berlaga di nomor estafet 5x80 meter. Total, ia bertanding tiga nomor dalam sehari: lompat jauh, lari 400 meter, dan estafet 5x80 meter.
Syaqilla mengungkapkan bahwa dirinya memiliki sakit maag. Meski demikian, ia bertekad tetap berlaga di ajang MilkLife Athletics Challenge 2026, Jumat (17/7) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. "Sebelum berlaga di lari 400 meter sore ini, tadi pagi saya sudah ikut lompat jauh. Kemudian istirahat, terus sebelum lari 400 meter saya minum obat. Setelah berlaga di lari 400 meter dan mencapai finis, saya sesak napas," katanya.
Ia mengaku sempat ngos-ngosan setelah finis. "Mungkin kecapekan. Dada saya terasa sesak. Kemudian harus ditolong tim medis untuk diberi oksigen dan air putih," terangnya.
Meski sudah merasakan gejala maag, ia memilih tetap berlomba karena sudah berlatih keras. "Demi mengejar masa depan dan prestasi. Saya persembahkan untuk sekolah dan keluarga," imbuhnya.
Artikel Terkait
Tiga Siswi Tuna Rungu dari Kudus Tampil di Lintasan Atletik MilkLife Challenge
Final HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2026: Goal Aksis dan Akademi Persib Bandung Siap Bertarung
Empat Tim U-15 dan U-18 Berebut Tiket Final HPSL All-Stars 2026
HPSL All-Stars 2026 Dibuka, Laga Perdana Didominasi Skor Tipis