Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengonfirmasi telah menerima surat kuasa dari mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Hotman akan mendampingi Febrie dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagramnya, Hotman membeberkan alasan di balik keputusannya. Ia mengaku terpanggil karena merasa ada pelecehan terhadap Presiden Prabowo Subianto, yang selama ini menjalin hubungan baik dengannya.
"Saya 25 tahun menjadi pengacaranya Prabowo. Semua perkara besar dia, termasuk adiknya Hasim, saya yang pegang. Walaupun waktu dia menteri Menhan pun saya sering diminta tanpa dibayar," ujar Hotman.
Hotman menuturkan bahwa saat menjalani operasi saraf kejepit di Singapura, ia merasa miris melihat apa yang menimpa Febrie. Menurutnya, Jampidsus adalah kebanggaan Presiden Prabowo karena berhasil mengembalikan kerugian negara hingga Rp430 triliun melalui Satuan Tugas Pemberantasan Korupsi dan Kriminalisasi Hukum (PKH).
"Bayangin orang kebanggaannya Presiden tiba-tiba dikriminalisasi bahkan tanpa pamit sama Presiden. Karena waktu saya di Singapura, saya bikin pernyataan bahwa nggak mungkin Presiden nggak tahu. Ternyata nggak tahu," kata Hotman.
Ia menambahkan, "Disitulah saya merasa marwah dari klien saya (Presiden Prabowo) yang sampai sekarang hubungan baik. Saya merasa tertantang, walaupun saya namanya jadi sedikit tercoreng."
Hotman juga menyoroti prestasi Jampidsus yang dinilainya belum pernah terjadi dalam sejarah kejaksaan di Indonesia. "Sejak zaman Majapahit, termasuk presiden-presiden sebelumnya, belum pernah ada kejaksaan bisa mengembalikan kerugian negara Rp430 triliun," ucapnya.
Ia menduga kriminalisasi terhadap Febrie berkaitan dengan pengusutan kasus-kasus besar yang melibatkan oligarki. "Belum lagi kasus underpricing ekspor yang nilainya kerugian negara ribuan triliun. Berarti banyak oligarki yang terganggu. Belum lagi kasus petrol, si R yang lagi di Malaysia, kasus EBG, segala macam," papar Hotman.
Hotman menegaskan bahwa ia tidak mengharapkan bayaran dari Febrie. "Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus, karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal. Karena saya bayarannya super mahal di Indonesia," pungkasnya.
Artikel Terkait
Panen Raya TNI Serentak, Prabowo: Ketahanan Pangan Tanggung Jawab Semua Komponen Bangsa
Prabowo Pimpin Panen Raya TNI di Malang, Targetkan Peremajaan Tebu Rampung Dua Tahun
Kuasa Hukum Don Ritto: Emas 74 Kg di Brankas Rumah Febrie Bukan Milik Eks Jampidsus
Prabowo Tantang Pengeluh Harga Beras Mahal: Suruh Tanam Padi Sendiri