PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalokasikan dana eksplorasi pendahuluan sebesar Rp72,60 miliar hingga akhir Juni 2026. Anggaran tersebut difokuskan untuk menjamin ketersediaan sumber daya dan cadangan mineral strategis perusahaan, terutama emas, nikel, dan bauksit.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (10/7/2026), kegiatan eksplorasi emas terkonsentrasi di wilayah Pongkor, Jawa Barat. Program di sana mencakup pengeboran bawah tanah dan permukaan, pengukuran lintasan, pemetaan geologi, pengambilan sampel dan geokimia, serta analisis laboratorium.
Sementara itu, eksplorasi nikel hingga 30 Juni 2026 berlangsung di Konawe Utara dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara, serta Morimoi dan area Izin Usaha Pertambangan (IUP) entitas anak Antam, PT Sumberdaya Arindo (SDA), di Buli, Maluku Utara. Di Konawe Utara, aktivitas meliputi pengeboran single tube, pemetaan geologi, pengukuran grid, percontohan inti bor, dan analisis laboratorium. Di Pomalaa, fokusnya pada pengeboran single tube, pemetaan geologi, percontohan, dan analisis kimia. Di Morimoi, kegiatan serupa dijalankan, sementara di wilayah IUP PT SDA, eksplorasi masih menunggu penyelesaian izin Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).
Eksplorasi bauksit dilakukan di Tayan dan Landak, Kalimantan Barat. Kegiatannya mencakup identifikasi perizinan lahan, pengeboran, pemetaan geologi, pengukuran geodetik, dan geokimia. Di Landak, aktivitas serupa juga berjalan.
Seluruh kegiatan eksplorasi ini dikelola secara terintegrasi oleh Unit Geomin Antam, mulai dari survei area, eksplorasi geologi dan geofisika, survei geodesi, pengeboran, pengujian fisik dan kimia, hingga perhitungan sumber daya dan cadangan mineral yang didukung Sistem Informasi Geografis (GIS).
Artikel Terkait
Archi Indonesia Habiskan Rp100 Miliar untuk Eksplorasi Tambang Emas Toka Tindung
Harga Emas Antam Kembali Turun, Kini Rp2,633 Juta per Gram
Harga Emas Antam dan Galeri24 Kompak Turun Hari Ini
Antam dan Bank Muamalat Jalin Kerja Sama Distribusi Logam Mulia