Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara ke Iran, kali ini menyasar sebuah jembatan kereta api strategis di bagian utara negara tersebut. Jembatan Ogtay Khan di Provinsi Golestan dihantam rudal jelajah AS pada Kamis pagi waktu setempat, menurut laporan kantor berita Iran, Fars. Jembatan itu merupakan jalur logistik vital bagi perdagangan Iran menuju China, Rusia, dan Turkmenistan.
Serangan terbaru ini terjadi pada hari kedua berturut-turut konfrontasi terbuka antara kedua negara. Sehari sebelumnya, AS melancarkan serangan udara masif terhadap Iran pada Rabu malam. Rentetan serangan itu menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit.
Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 14 orang tewas dan 78 lainnya luka-luka akibat serangan teranyar militer AS. Dari jumlah korban luka, 47 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara sisanya telah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan medis.
"Dari jumlah korban luka tersebut, sebanyak 47 orang masih dirawat di rumah sakit dan sisanya telah diperbolehkan pulang setelah menerima perawatan medis," kata Kepala Humas Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, dalam pernyataan melalui akun media sosial X.
Kementerian Kesehatan Iran tidak memberikan rincian lebih lanjut apakah korban tewas dan luka-luka berasal dari kalangan sipil atau personel militer.
Artikel Terkait
Menlu Sugiono dan Ketua MPR Berangkat ke Iran Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei
Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Strategis Iran yang Hubungkan China dan Rusia
Iran Balas Serangan AS, Targetkan Infrastruktur Militer di Timur Tengah
Gus Yahya dan Haedar Nashir Ikut dalam Delegasi RI ke Iran untuk Beri Penghormatan bagi Ali Khamenei