Iran Balas Serangan AS, Targetkan Infrastruktur Militer di Timur Tengah

- Kamis, 09 Juli 2026 | 19:12 WIB
Iran Balas Serangan AS, Targetkan Infrastruktur Militer di Timur Tengah

Angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah infrastruktur militer Amerika Serikat di Timur Tengah pada Kamis (9/7). Tindakan ini merupakan respons langsung atas serangan AS yang menargetkan wilayah selatan dan barat Iran sehari sebelumnya.

Serangan balasan ini terjadi di tengah persiapan Iran untuk memakamkan jenazah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Mashhad. Khamenei tewas dalam serangan pertama AS yang didukung Israel pada 28 Februari 2026, yang memicu eskalasi ketegangan di kawasan.

Militer AS sebelumnya menyatakan bahwa serangan mereka pada Rabu (8/7) bertujuan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional. Tuduhan AS bahwa Iran menyerang tiga kapal tanker di selat tersebut mendorong Presiden Donald Trump mengakhiri gencatan senjata dengan Iran.

"Amerika Serikat meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi tak beralasan baru-baru ini terhadap kapal-kapal komersial dan awak sipil yang bebas berlayar di jalur perairan internasional yang vital," kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan.

Menurut pejabat Iran, serangan AS pada Rabu menewaskan 14 orang dan melukai 78 lainnya. Kantor berita Fars melaporkan bahwa serangan AS juga mengenai jalur kereta perdagangan Rusia dan China yang melintasi Iran.

Kantor berita Mehr melaporkan sejumlah ledakan terdengar di Provinsi Bushehr pada Kamis pagi. Di provinsi tersebut terdapat pembangkit listrik tenaga nuklir buatan Rusia.

Pada Kamis, Militer Iran mengeluarkan pernyataan bahwa serangan mereka telah menghantam sistem pertahanan AS di Kuwait, situs peringatan dini di Qatar, hingga stasiun pengisian bahan bakar militer AS di Bahrain.

Pemerintah Qatar langsung angkat bicara usai rangkaian serangan tersebut. Mereka mendorong agar konflik diselesaikan melalui jalur diplomasi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags