Pelabuhan Patimban Bidik Rute Langsung ke Eropa dan AS

- Kamis, 09 Juli 2026 | 12:18 WIB
Pelabuhan Patimban Bidik Rute Langsung ke Eropa dan AS

PT Pelabuhan Patimban Indonesia (PPI) tengah menjajaki pembukaan rute pelayaran langsung dari Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, menuju Eropa dan Amerika Serikat. Direktur Utama PT PPI, Fuad Rizal, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan operator Patimban Global Gateway Terminal (PGT) mengenai rencana tersebut, meskipun masih berada pada tahap awal pembahasan.

“Kami sudah berdiskusi dengan PGT juga untuk dapat membuka rute direct dari Patimban ke Eropa maupun dari Patimban ke AS,” ujar Fuad di Pelabuhan Patimban, Kamis (9/7).

Pelabuhan Patimban dirancang untuk melengkapi Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah sangat padat. Dengan demikian, kehadiran pelabuhan ini diharapkan menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi di sekitarnya. Fuad menambahkan bahwa PPI akan terus bersinergi dengan berbagai pihak agar Patimban dapat menjadi pelabuhan kelas atas atau flagship port Indonesia.

“Kami terus berharap sinergi dan kolaborasi yang telah berjalan baik antara pemerintah pusat, daerah, swasta, serta perangkat pelabuhan seperti custom, imigrasi, dan karantina akan terus berjalan dengan baik dan dapat ditingkatkan, sehingga kita semua dapat wujudkan pelabuhan ini menjadi flagship port di Indonesia,” ujarnya.

Pelabuhan Patimban melayani kawasan industri di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kapasitas yang telah diterima dari Kementerian Perhubungan melalui sertifikat operasional (SOP) untuk kendaraan mencapai 318.000 unit per tahun, sementara untuk peti kemas sebesar 525.000 TEUs.

Dalam operasional sehari-hari, PPI menggandeng dua mitra berbeda untuk mengelola terminal kendaraan dan terminal peti kemas. Pemilihan mitra dilakukan melalui proses panjang dengan mempertimbangkan percepatan pertumbuhan pelabuhan. Untuk terminal kendaraan, PPI bekerja sama dengan PGT yang didukung sejumlah perusahaan. Sekitar 70 persen ekspor kendaraan dari Indonesia berasal dari Toyota dan Daihatsu.

“Sejak tahun 2022 kami mulai beroperasi terminal kendaraan, sampai hari ini di tahun 2026 atau 2025 ya, kita konsisten telah melakukan kegiatan bongkar muat di atas 200 ribu kendaraan per tahun,” terang Fuad.

Sementara itu, pada terminal peti kemas, PPI juga menggandeng PGT yang didukung Toyota Tsusho, Mediterranean Shipping Company (MSC) melalui Africa Global Logistics, serta Samudera Pelabuhan Indonesia.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags