Direktur Amman Mineral Borong 1 Juta Saham, Keluarkan Dana Rp3,56 Miliar

- Rabu, 08 Juli 2026 | 14:40 WIB
Direktur Amman Mineral Borong 1 Juta Saham, Keluarkan Dana Rp3,56 Miliar

Direktur PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Lal Naveen Chandra, membeli 1 juta saham perseroan pada 6 Juli 2026. Transaksi ini merupakan investasi pribadi, sebagaimana diungkapkan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/7/2026).

Lal Naveen Chandra membeli saham di harga Rp3.565 per lembar, sehingga total dana yang dikeluarkan mencapai Rp3,565 miliar. Dengan pembelian ini, kepemilikan sahamnya di AMMN bertambah menjadi 53.161.300 unit atau 0,073 persen, naik dari sebelumnya 52.161.300 unit.

Pada perdagangan siang hari ini pukul 13.53 WIB, saham AMMN berada di level Rp3.460 per saham, turun 100 poin atau 2,81 persen.

Di sisi lain, prospek bisnis AMMN mulai menunjukkan titik terang. Riset BRI Danareksa Sekuritas yang terbit pada 29 Juni 2026 menyebutkan bahwa perseroan memasuki siklus pertumbuhan baru setelah masa transisi operasional sepanjang 2025 berakhir. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan produksi Tambang Batu Hijau Fase 8 dan kontribusi bisnis hilirisasi yang mulai menghasilkan produk logam bernilai tambah lebih tinggi.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey Eko Nugroho, dalam risetnya yang dikutip Kamis (2/7/2026) mengatakan, "AMMN memasuki siklus pertumbuhan laba yang signifikan pada 2026 setelah melewati masa transisi pengembangan Fase 8 Batu Hijau."

Indikasi pemulihan terlihat pada kuartal I-2026 ketika volume bijih segar yang ditambang meningkat menjadi 38 juta ton, dibandingkan sekitar 1 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini mendorong produksi konsentrat mencapai 167,8 ribu metrik ton kering (dmt), meningkat 110 persen secara tahunan, dengan kandungan sekitar 101 juta pon tembaga dan 136 ribu ons emas.

Pemulihan produksi Batu Hijau diperkirakan menjadi pendorong utama kinerja AMMN sepanjang 2026. Pendapatan perseroan diproyeksikan mencapai sekitar USD4 miliar pada tahun ini, meningkat 117 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara EBITDA diperkirakan tumbuh 97 persen menjadi sekitar USD2 miliar.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags