Kapolri Instruksikan Optimalisasi Penanganan Karhutla di Riau, 329 Titik Api Terdeteksi

- Rabu, 08 Juli 2026 | 15:05 WIB
Kapolri Instruksikan Optimalisasi Penanganan Karhutla di Riau, 329 Titik Api Terdeteksi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran Polda Riau untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul ancaman musim kemarau dan fenomena El Nino. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Instruksi itu disampaikan saat Kapolri meninjau kesiapan Polda Riau dan menyerahkan bantuan peralatan di SPN Polda Riau, Kampar, Rabu (8/7/2026). Turut hadir Dankor Brimob Polri Komjen Ramdani Hidayat, Kepala Baintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, dan Aslog Polri Komjen Suwondo Nainggolan.

"Tadi kita cek satu per satu, dan Alhamdulillah saya lihat bahwa seluruh stakeholder yang ada, mulai dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, perusahaan swasta, semuanya bersatu. Ini yang kita butuhkan untuk menghadapi potensi karhutla," ujar Jenderal Sigit.

Berdasarkan laporan BPBD, hingga saat ini terdeteksi sekitar 15.000 hotspot di Provinsi Riau. Setelah dilakukan pendalaman, terdapat 329 titik api yang perlu dipadamkan, dengan luasan lahan terbakar mencapai sekitar 15.000 hektar.

"Karena di Riau ini kebakaran hutannya berbeda dibandingkan wilayah lain. Ada dua kali potensi kebakaran hutan, salah satunya yang kita hadapi di Juli, Agustus, hingga September," lanjutnya.

Kapolri meminta seluruh jajaran memperkuat peralatan dan ketersediaan sumber air di tengah potensi kekeringan. Ia juga mendorong edukasi dan sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat.

"Peraturan dari pemerintah daerah dan pusat sudah ada, terkait tata aturan pembukaan kawasan. Semua ada aturannya," tegas Sigit.

Bantuan Peralatan Penanganan Karhutla

Dalam kesempatan itu, Kapolri menyerahkan bantuan peralatan pendukung kepada Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Bantuan tersebut meliputi 50 unit portable breathing apparatus, 2 unit wontech portable wifi, 10 unit motor Kawasaki KLX 150 cc, 1 unit ekskavator Hitachi 110F tahun 2026, dan 20 unit mesin pompa air.

"Juga ada beberapa peralatan mulai dari kendaraan roda dua yang bisa digunakan cepat untuk datang ke tempat yang terjadi potensi titik api, dan alat berat. Beberapa alat juga bisa digunakan untuk membuat sumur bor, sehingga bisa mempersiapkan sumber-sumber air baru," ujar Kapolri.

Kapolri mengapresiasi seluruh stakeholder di Riau atas kolaborasi dan upaya penanganan karhutla. "Yang paling utama adalah menjaga sinergitas dan kolaborasi. Sosialisasikan agar masyarakat sama-sama menjaga hutan untuk anak cucu kita, untuk generasi yang akan datang," pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags