Romelu Lukaku Incaran Besiktas, Negosiasi Terkendala Harga

- Jumat, 10 Juli 2026 | 20:30 WIB
Romelu Lukaku Incaran Besiktas, Negosiasi Terkendala Harga

Masa depan Romelu Lukaku di Napoli mulai tidak jelas. Striker asal Belgia itu disebut tidak masuk dalam rencana pelatih baru Massimiliano Allegri untuk musim depan, sehingga peluang hengkang dari Stadion Diego Armando Maradona semakin terbuka. Klub asal Turki, Besiktas, pun muncul sebagai peminat serius.

Hubungan Lukaku dengan manajemen dan staf Napoli juga dikabarkan memburuk sejak musim lalu. Keputusan pemain berusia 33 tahun itu kembali ke Belgia untuk pemulihan cedera menjelang Piala Dunia membuat pihak klub kecewa. Dengan kontrak yang hanya tersisa satu tahun, Napoli berada dalam posisi menjual agar tidak kehilangan pemain secara gratis pada musim berikutnya.

Menurut laporan media Turki Fanatik, Besiktas awalnya meminta laporan kondisi kebugaran Lukaku dari Napoli dan Timnas Belgia. Setelah mempelajarinya, klub Turki itu memutuskan melanjutkan negosiasi. Komunikasi pun mulai dijalin dengan Napoli dan perwakilan sang striker. Lukaku disebut terbuka dengan kemungkinan pindah ke Liga Turki.

Perbedaan Harga Jadi Hambatan

Namun, negosiasi belum menemui titik terang karena perbedaan nilai transfer. Napoli berharap mendapatkan dana sekitar 10 juta euro atau setara Rp205,8 miliar dari penjualan Lukaku. Sementara itu, Besiktas hanya bersedia mengeluarkan dana sekitar 5 juta euro atau Rp102,9 miliar setengah dari harga yang diminta.

Meski mengalami masalah cedera sepanjang musim lalu, kontribusi Lukaku untuk Napoli tetap signifikan. Ia mampu mencetak 15 gol dan memberikan 11 assist dalam 45 pertandingan kompetitif bersama klub Italia tersebut. Catatan itu menunjukkan pengaruhnya di lini depan masih besar.

Besiktas berharap bisa memanfaatkan situasi internal Napoli dan perubahan rencana di bawah Allegri untuk mendapatkan Lukaku dengan harga lebih rendah. Napoli, di sisi lain, masih berusaha mempertahankan nilai transfer yang dianggap pantas untuk striker berpengalaman tersebut.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags