Ketua DPC PDIP Sukoharjo, Dahono Marlianto, angkat bicara terkait penangkapan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Etik merupakan kader PDIP. Dahono menegaskan partainya akan menggelar rapat internal untuk menyikapi peristiwa tersebut.
“Waktu terjadi OTT KPK, kami tidak berada di Sukoharjo sehingga belum mengetahui situasi yang terjadi. Detailnya seperti, kondisinya seperti apa, kita belum tahu. Kita akan gelar rapat internal,” ujar Dahono, Jumat (10/7).
Ia mengaku komunikasi terakhir dengan Etik berlangsung normal, hanya membahas persoalan kepartaian. “Ya komunikasi seperti biasa, acara partai,” ucapnya. “Kami akan memberikan keterangan ke publik setelah rapat internal partai,” sambungnya.
Pelayanan Tetap Berjalan
Di sisi lain, pelayanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, baik di kantor kabupaten maupun Gedung Menara Wijaya, tetap berjalan seperti biasa usai OTT. Aparatur sipil negara (ASN) masih melayani warga yang membutuhkan dokumen dan layanan lainnya.
Informasi yang beredar menyebutkan KPK menyegel salah satu ruangan organisasi perangkat daerah (OPD) di lantai 2 Gedung Menara Wijaya, kompleks Kantor Pemkab Sukoharjo. Namun, wartawan tidak diperkenankan naik ke lantai tersebut oleh petugas.
Artikel Terkait
KPK Sita Barang Bukti Miliaran Rupiah dalam OTT Bupati Sukoharjo
KPK Temukan Dugaan Penggunaan Nominee dalam LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah
KPK Kembali Tahan Yaqut Cholil Qoumas Usai Dinyatakan Sembuh
Wabup Sukoharjo Buka Suara soal OTT KPK pada Bupati Etik