Romario Desak CBF Pecat Ancelotti Usai Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026

- Kamis, 09 Juli 2026 | 19:15 WIB
Romario Desak CBF Pecat Ancelotti Usai Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Legenda Tim Samba, Romario, secara terbuka mendesak Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) untuk segera memecat Carlo Ancelotti setelah Brasil tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kekalahan mengejutkan 1-2 dari Norwegia membuat publik Brasil geram, dan Romario menjadi sosok paling vokal menyuarakan kekecewaan.

Erling Haaland menjadi mimpi buruk bagi Brasil lewat dua golnya, sementara Neymar hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui penalti pada masa injury time. Hasil itu memicu gelombang kritik karena performa Selecao dinilai jauh dari ekspektasi sebagai salah satu kandidat juara.

Dalam wawancara bersama Liberta Depre, Romario menegaskan, "Tidak ada alasan bagi Ancelotti untuk tetap menjadi pelatih tim nasional Brasil setelah kegagalan ini, setelah rasa malu yang dia sebabkan (saat melawan Norwegia). Saya akan merobek kontraknya dan menyuruhnya membawa masalah itu ke pengadilan."

Ironisnya, sebelum pertandingan dimulai Romario sempat terlihat memeluk Ancelotti di Stadion MetLife saat bertugas sebagai penyiar. Namun, kekalahan tersebut mengubah total sikap mantan striker legendaris itu. Romario juga melontarkan kritik keras kepada penyerang muda Endrick yang gagal memanfaatkan peluang emas saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper Norwegia.

"Saya menyukai Endrick dan dia akan menjadi pemain yang memberikan banyak kebahagiaan bagi kami, tetapi saat melawan Norwegia dia bermain sangat buruk. Orang-orang berkata, 'Dia masih muda', tetapi dia harus mencetak gol sialan itu. Muda, setengah baya, tua, saya tidak peduli," ujar Romario.

Ancelotti Masih Dipertahankan

Meski tekanan terus meningkat, posisi Ancelotti untuk saat ini masih aman. Pelatih yang memiliki kontrak hingga 2030 tersebut tetap mendapat dukungan dari CBF. Koordinator Timnas Brasil, Rodrigo Caetano, menegaskan Ancelotti akan tetap memimpin proyek jangka panjang Selecao.

"Dia adalah pelatih kami dan akan tetap menjadi pelatih sepanjang siklus ini," kata Caetano. Ia juga menilai kegagalan Brasil bukan semata-mata kesalahan pelatih. "Salah satu penyebab utama kegagalan kami di Piala Dunia ini adalah karena kami tidak memiliki arahan yang stabil dalam jangka panjang untuk mempersiapkan tim nasional sebagaimana mestinya. Kami tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama."

Sementara itu, Ancelotti mengaku sangat kecewa dengan hasil tersebut. Namun, ia menegaskan kekalahan ini harus menjadi pelajaran penting untuk membangun masa depan Timnas Brasil. "Kekalahan ini menjadi langkah pertama dalam siklus baru tim nasional ini. Bagi saya, hasil ini sangat mengecewakan dan menghadirkan kesedihan yang besar, tetapi juga memberikan pengalaman yang sangat berharga dengan kelompok pemain yang luar biasa. Saya ingin berterima kasih kepada para pemain atas atmosfer yang mereka ciptakan," tutur Ancelotti.

Pelatih asal Italia itu juga mengakui Norwegia tampil sangat baik. "Segalanya tidak selalu berjalan sesuai keinginan kami. Hari ini kami tidak pantas kalah, tetapi lawan juga harus dihargai karena memiliki pemain-pemain luar biasa yang mampu membuat perbedaan." Ia menutup pernyataannya dengan optimistis menatap masa depan. "Sekarang kami harus mengelola kesedihan besar ini dan mulai memikirkan masa depan tim nasional yang memiliki kelompok pemain muda menarik, pemain senior berkualitas, serta para veteran yang masih bisa terus memberikan kontribusi."

Meski dihujani kritik, Ancelotti tetap tercatat sebagai salah satu pelatih tersukses sepanjang sejarah sepak bola. Ia pernah menjuarai liga di lima kompetisi elite Eropa dan mengoleksi lima trofi Liga Champions.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags