Brasil Tersingkir di Piala Dunia 2026, Ancelotti Hadapi Tekanan Besar

- Senin, 06 Juli 2026 | 14:24 WIB
Brasil Tersingkir di Piala Dunia 2026, Ancelotti Hadapi Tekanan Besar

Kegagalan Brasil melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026 menjadi tamparan keras. Carlo Ancelotti kini menghadapi tekanan besar untuk melakukan perombakan total skuad yang dinilai sudah menua.

Salah satu masalah utama yang disorot adalah ketergantungan Ancelotti pada pemain yang sudah melewati masa keemasan, terutama Casemiro. Keputusan memanggil kembali gelandang tersebut justru menciptakan celah di lini pertahanan saat menghadapi transisi cepat lawan.

Selain itu, kehadiran Neymar dalam laga krusial memaksa pergeseran posisi Vinicius Jr dan Endrick ke area yang kurang efektif, yang justru membuat serangan Brasil menjadi tidak terarah dan mudah dibaca oleh pertahanan lawan.

Krisis Kreativitas di Lini Tengah

Brasil saat ini mengalami kelangkaan gelandang kreatif yang mampu menjadi motor serangan. Absennya Lucas Paqueta akibat cedera kian memperparah keadaan, karena Ancelotti dinilai tidak memiliki rencana cadangan yang sepadan untuk menjaga keseimbangan permainan. Namun ia merasa perjalanan tim belum berakhir meski sudah tersingkir.

“Saya tidak berpikir ini adalah akhir. Saya pikir ini adalah awal dari siklus baru. Apa yang bisa saya katakan, apa yang bisa kami lakukan dan akan kami lakukan adalah terus bekerja keras untuk tim nasional, terus berusaha berkembang dan menemukan ide-ide baru,” kata Ancelotti dikutip dari akun resmi FIFA.

Sementara itu, pertandingan melawan Norwegia kemungkinan besar menjadi panggung terakhir bagi Neymar di kancah internasional. Sang pemain tampak emosional setelah peluit panjang dibunyikan, menyadari bahwa masanya di tim nasional telah mencapai titik akhir.

Neymar sendiri mengungkapkan refleksi perpisahannya kepada media Brasil ge tv, “Saya mencoba, saya mencoba... sekarang sudah berakhir! Saya memulainya di sini, saya menyelesaikannya di sini.”

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags