Sarwendah Bantah Isu Pesugihan Gunung Kawi, Jordi Onsu Beberkan Fakta

- Minggu, 05 Juli 2026 | 13:30 WIB
Sarwendah Bantah Isu Pesugihan Gunung Kawi, Jordi Onsu Beberkan Fakta

Nama Sarwendah mendadak menjadi perbincangan setelah dikaitkan dengan isu pesugihan di Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur. Rumor ini mencuat setelah beredarnya video wawancara Marcel Radhival alias Pesulap Merah dengan seorang pria yang mengaku sebagai juru kunci Gunung Kawi. Belakangan, beredar pula video yang menunjukkan Sarwendah berkunjung ke lokasi yang kerap dianggap sebagai tempat ritual tersebut.

Setelah lama bungkam, Sarwendah akhirnya angkat bicara melalui siaran langsung yang terekam di akun Instagram @hiburanlayarsentuh pada Sabtu (4/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia menghubungi adik Ruben Onsu, Jordi Onsu, untuk membeberkan fakta sebenarnya.

Oh my God gue yang ke dukun, apa enggak salah? Kebalik kali,” kata Sarwendah.

Ia lantas meminta Jordi menjelaskan tujuan mereka saat itu. “Gimana Uncle? Kita syuting apa waktu itu? Coba jelasin,” ujarnya.

“Ketika KBP dulu mah. Gunung Kawi. Itu perginya sama aku, guys,” jawab Jordi.

Terungkap bahwa kedatangan Sarwendah ke Gunung Kawi bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk syuting sebuah acara podcast bertajuk Kakak Beradik Podcast (KBP). Sarwendah bahkan mengaku awalnya menolak pergi ke sana, namun tetap berangkat atas perintah orang lain.

“Aku disuruh bukan? Aku tadinya mau pergi enggak?” tanyanya kepada Jordi.

“Enggak mau. Terus Bunda jadi bintang tamu itu host-nya malah aku, sama lain-lain di sana gitu,” tuturnya menambahkan.

Ini bukan kali pertama Sarwendah membantah isu pesugihan yang menyeret namanya. Sebelumnya, kuasa hukum sang artis, Chris Sam Sewu, dengan tegas membantah tudingan tersebut. Pihaknya tidak segan menempuh jalur hukum jika tuduhan itu terus disebarkan.

“Ini kami diminta untuk menyampaikan juga bahwa itu sekali lagi framing. Saya enggak tahu motivasinya apa. Kami akan pelajari video-video yang beredar,” kata Chris Sam Sewu di YouTube Intens Investigasi pada 19 Mei 2026. “Kalau memang video ini disebarkan atau memang di-framing menjelekkan nama baik lain kami, kami pasti akan melakukan upaya hukum seperti yang sebelum-sebelumnya,” ujarnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags