Delegasi Hizbullah dan Hamas Hadiri Pemakaman Ali Khamenei di Teheran

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 23:35 WIB
Delegasi Hizbullah dan Hamas Hadiri Pemakaman Ali Khamenei di Teheran

Delegasi dari kelompok militan Hizbullah dan Hamas hadir dalam upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di Teheran. Mereka juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Kehadiran kedua kelompok yang didukung Iran ini menegaskan kembali hubungan erat Teheran dengan sekutu-sekutunya di kawasan.

Delegasi Hizbullah dipimpin oleh Mohammed Fneish, pejabat senior sekaligus mantan menteri di Lebanon. Rombongan itu terdiri dari para pejabat serta keluarga anggota Hizbullah yang tewas dan terluka. Sementara itu, Hamas mengirim delegasi yang dipimpin oleh kepala biro politiknya, Mohammed Darwish, bersama anggota biro lainnya seperti Bassem Naim.

Ali Khamenei, yang memimpin Iran sejak 1989, tewas pada usia 86 tahun dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu. Serangan itu juga menewaskan beberapa anggota keluarga dan pejabat tinggi Iran, memicu perang di Timur Tengah. Sebagian besar pejabat dan tokoh asing telah memberikan penghormatan pada Jumat kemarin.

Pada hari pemakaman, ribuan orang berkumpul di kompleks keagamaan Grand Mosalla di ibu kota Iran untuk melepas kepergian mendiang pemimpin tertinggi. Khamenei dikenal sebagai sosok yang memegang keputusan akhir dalam kebijakan-kebijakan negara yang krusial selama masa jabatannya.

Upacara pemakaman akan berlanjut pada hari Minggu, yang telah ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh pemerintah. Akhir pekan di Iran berlangsung dari Kamis hingga Jumat. Kementerian Luar Negeri Iran mengimbau masyarakat untuk menghadiri upacara secara massal guna "menunjukkan kepada dunia kebesaran Iran serta kemuliaan persatuan dan wibawa nasional".

Selama bertahun-tahun, Teheran telah memberikan dukungan kepada Hamas, Hizbullah, dan Houthi Yaman yang semuanya dicap sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya. Hal ini menjadikan Iran sasaran sanksi internasional.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags